oleh

Rokok Elektrik Jadi Solusi Berhenti Merokok Tapi Harga Rokok Elektrik Mahal

Rokok Elektrik Jadi Solusi Berhenti Merokok Tapi Harga Rokok Elektrik Mahal.

Rokok Elektrik jadi solusi berhenti merokok tapi harga Rokok Elektrik mahal.Sementara peralatan rokok elektrik dijual dengan harga Rp100 ribu - Rp3 juta.

SECRET-FINANCIAL.COM – Rokok elektrik dianggap sebagai alternatif yang lebih baik dibandingkan dengan rokok tembakau. Cara ini juga sebagai salah satu upaya menghentikan kebiasaan merokok.

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Erman Aminullah menyampaikan, inovasi teknologi yang dihadirkan oleh produk alternatif seperti rokok elektrik dapat menjadi solusi untuk mengurangi angka perokok di Indonesia. Hal ini mendorong perokok berhenti merokok. 

Baca juga : Februari Harga Rokok Naik, Apa Masih Ada Orang Yang Beli Rokok ?

Sebenarnya menurut Prof. Dra. Yayi Suryo Prabandari M.Si., Ph.D. Guru Besar Promosi Kesehatan dan Kesehatan Masyarakat dari Universitas Gadjah Mada (UGM) terdapat berbagai macam cara untuk berhenti merokok, mulai dari berhenti secara langsung maupun menggunakan terapi pengganti nikotin (Nicotine Replacement Therapy – NRT).

Sebagai gambaran, rata-rata harga cairan rokok elektrik alias liquid vape di Indonesia berkisar Rp100 ribu – Rp250 ribu per botol.

Sementara peralatan rokok elektrik dijual dengan rentang harga Rp100 ribu – Rp3 juta tergantung pada merek dan kualitasnya. Rokok Elektrik jadi solusi berhenti merokok tapi harga Rokok Elektrik mahal.

“Pengembangan teknologi yang terdapat dalam produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik bisa mengeliminasi tar sebagai senyawa paling berbahaya pada rokok. Risiko kesehatannya (dari rokok) menjadi jauh lebih rendah” ungkap Erman, yang juga sebagai Penasihat Himpunan Peneliti Indonesia (HIMPENINDO).

“Mau sih (beralih) ke produk tembakau alternatif seperti vape, karena sudah ada penelitian di luar negeri yang mengatakan bahwa produk ini lebih rendah risiko dibandingkan terus merokok, namun biaya awalnya sangat tinggi,” katanya. 

Menurut Prof Yayi, penelitian mengenai penggunaan rokok elektrik sampai hari ini masih terus berlangsung. Tentu rokok jenis baru tersebut juga memiliki efek bagi kesehatan, khususnya dalam penggunaan jangka panjang. Jadi, klaim bahwa rokok elektrik dan sejenisnya menjadi salah satu cara untuk membantu perokok berhenti dari kebiasaan merokoknya, belum tentu benar. Hal inilah yang masih harus terus dilakukan uji penelitian berulang.

“Untuk itu, pemerintah perlu mendorong adanya kajian ilmiah. Kajian tersebut nantinya menjadi landasan bagi pemerintah dalam membuat regulasi bagi produk tembakau alternatif yang tepat sasaran,” ujarnya.

Bukti rokok elektrik dapat membuat berhenti merokok diteliti berbagai ilmuwan. Salah satu penelitian terbaru menyimpulkan, rokok elektrik hampir dua kali lebih efektif dalam membantu perokok berhenti merokok.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed