oleh

Rupiah Sepekan ini Terancam Tertekan

Pergerakan rupiah sepekan ke depan diyakini bakal melanjutkan pelemahan. Di mana, baik sentimen eksternal maupun domestik diyakini bakal mengarahkan mata uang Garuda ke area lesu.

Rupiah Sepekan ini Terancam Tertekan

Secret-financial.com – Pergerakan rupiah sepekan ke depan diyakini bakal melanjutkan pelemahan. Di mana, baik sentimen eksternal maupun domestik diyakini bakal mengarahkan mata uang Garuda ke area lesu.

Berdasarkan catatan Bloomberg pada perdagangan Jumat (4/9), rupiah tercatat koreksi 0,19% ke level Rp 14.750 per dollar AS dari penutupan sebelumnya.

Dalam sepekan, pelemahannya mencapai 1,28% dari perdagangan Senin (31/8). Sedangkan berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) atau JISDOR, rupiah tercatat melemah 238 poin atau 1,63% dari perdagangan Senin (31/8) yang bertengger di level Rp 14.554 per dollar AS.

Baca juga: Indonesia di Ambang Resesi Ekonomi, KSP: Bukan Berarti Kiamat

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara memprediksi, pergerakan rupiah yang melemah di pekan depan. Salah satu faktornya adalah bursa saham dibayangi aksi jual oleh investor asing secara berkelanjutan.

“Selama seminggu terakhir net sell asing tercatat Rp 5,12 triliun. Sentimen masih dipengaruhi oleh kekhawatiran revisi undang-undang (UU) BI mendegradasi independensi otoritas moneter,” kata Bhima.

Bhima menambahkan, rencana tersebut juga berkaitan dengan upaya pemerintah memaksa BI untuk membeli surat utang di pasar primer sebagai langkah menutup defisit anggaran. Pasar sangat mencermati arah revisi UU BI terhadap keberlanjutan fiskal dan moneter.

Selain itu, wacana bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dikembalikan ke BI tahun 2023 pun menambah ketidakpastian di sektor keuangan.

Baca juga: Ini Kunci agar UMKM Indonesia Bisa Naik Kelas

Di sisi lain, dari faktor eksternal terdapat kecenderungan pemain saham mengambil profit setelah rally panjang penguatan di bursa saham. Aksi jual menimpa saham saham perusahaan teknologi. “Tapi yang lebih perlu diwaspadai adalah pemilu AS yang semakin dekat,” jelasnya.

Bahkan, kondisi tersebut juga berdampak pada confidence investor bermain di aset yang berisiko tinggi. Bhiman menilai, mendekati November 2020 tensi makin tinggi.

Untuk itu, Bhima memperkirakan rupiah bakal bergerak melemah dikisaran Rp 14.790 per dollar AS hingga Rp 14.860 per dollar AS.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed