Rusak Akibat Demo, Gedung Kementerian ESDM Belum Terdaftar Asuransi BMN

Share by :
Belasan halte Transjakarta hingga kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang rusak akibat demo menolak Undang-undang atau UU Cipta Kerja

Secret-financial – Belasan halte Transjakarta hingga kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang rusak akibat demo menolak Undang-undang atau UU Cipta Kerja belum dijaminkan dalam Asuransi Barang Milik Negara (BMN).

“Kalau sudah diasuransi, halte akan diganti dan kerusakan bangunan termasuk kaca di Gedung Kementerian ESDM diganti,” ujar Ketua Konsorsium Asuransi BMN Didit Mehta Priadi.

Asuransi BMN telah memperluas cakupan jaminannya untuk perlindungan terhadap risiko huru-hara, sabotase, termasuk demo. Perlindungan hanya berlaku untuk aset atau bangunan dan perlengkapan yang menempel di bangunan tersebut, seperti kaca.

Baca juga: Wapres: Pemberdayaan UMKM dan Dana Sosial Islam Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Jaminan terhadap aset tidak termasuk barang-barang inventaris, seperti mebel dan komputer. Saat ini, Didit mengatakan baru tiga lembaga yang terdaftar dalam Asuransi BMN. Ketiganya adalah bangunan Kementerian Keuangan, empat gedung milik Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR, dan Gedung Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Jadi kalau gedung DPR rusak akibat demo akan diganti. Namun tidak termasuk pagar,” ucapnya. Meski demikian, Didit memastikan sampai hari ini tiga lembaga tersebut belum melaporkan kerusakan apa pun ke Asuransi BMN.

Massa pendemo yang menolak UU Cipta Kerja pada Kamis, 8 Oktober 2020, telah merusak sejumlah fasilitas seperti halte, bioskop, hingga gedung kantor Kementerian ESDM. Berdasarkan laporan, terdapat setidaknya 25 halte Transjakarta rusak.

Adapun Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi melaporkan, kerusakan yang dialami pihak kementeriannya mencakup aset tiga mobil dinas pelat merah.

Baca juga: Mantan Direktur Utama Tersangka, BTN: Hormati Proses Hukum

“Ada satu lagi mobil pribadi,” ujar Agung. Selain kendaraan roda empat, sebagian dinding kaca di gedung kementerian pun pecah. Kementerian ESDM belum menghitung total kerugian atas kerusakan sejumlah aset.

Leave a Reply