oleh

Sektor Usaha yang Boleh Beroperasi Saat PSBB

Sektor Usaha yang Boleh Beroperasi Saat PSBB

secret-financial.com – Selama 14 hari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik mulai 28 April besok, pelaku usaha yang membandel akan kena sanksi.

Pemkot Surabaya akan mengundang seluruh asosiasi pelaku usaha yang ada di Surabaya, dan hanya beberapa sektor usaha yang boleh beroperasi saat PSBB.
Baca juga: Harga Beras dan Gula Naik, Jokowi: Ini Pasti Ada Masalah

Selama masa PSBB, imbauan agar masyarakat tetap tinggal di rumah kecuali mendesak, penerapan jaga jarak fisik di tempat umum, serta imbauan bekerja dari rumah akan diperketat.

Seiring imbauan itu, pemerintah juga membatasi aktivitas perkantoran untuk sebagian besar instansi dan perusahaan di tiga wilayah pelaksana PSBB kecuali instansi dan sektor usaha tertentu.

Sejumlah aktivitas kantor atau tempat kerja yang boleh beroperasi antara lain seperti dikutip dari Perwali Nomor 16 Tahun 2020, Senin (27/4/2020):

1.Seluruh kantor/instansi pemerintahan, baik pusat dan daerah berdasarkan pengaturan dari kementerian terkait.

2. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang turut serta dalam penanganan COVID-19.

3. Pelaku usaha yang bergerak pada sektor ini masih boleh beroperasi antara lain:

  • Bahan pangan, makanan, minuman
  • Kesehatan
  • Kebutuhan sehari-hari
  • Komunikasi dan teknologi informasi
  • Industry strategis
  • Keuangan
  • Perhotelan
  • Dan lain-lain.

4. Organisasi kemasyarakatan lokal dan internasional yang bergerak pada sector kebencanaan dan social

Khusus untuk pelaku usaha, Pemkot Surabaya akan mensosialisasikan PSBB dengan mengundang seluruh asosiasi pelaku usaha yang ada di Surabaya secara bersamaan.

“Artinya begini, yang difokuskan ini semua asosiasi. Baik yang harus berhenti maupun yang bisa tetap jalan, supaya mereka sama-sama tahu. Jadi tidak kami klaster mana yang diizinkan atau tidak. Biar sama persepsinya,” ujarnya.

Berdasar penelurusan Bisnis Indonesia terhadap data Badan Pusat Statistik, jumlah industri besar dan sedang di Sidoarjo sebanyak 961 industri dengan pekerja 164.650 orang per Oktober 2019. Dari jumlah industri tersebut sebanyak 249 usaha bergerak di sektor makanan.

Pada pasal 14 soal pemenuhan kebutuhan sehari-hari juga boleh beroperasi antara lain penyediaan barang ritel di pasar rakyat, toko swalayan berjenis minimarket, supermarket, hypermarket, perkulakan, dan toko khusus baik yang berdiri sendiri dan berada di pusat perbelanjaan.

Selain itu di toko, warung, warung kelontong, dan laundry. Pelaku usaha pun mewajibkan pembeli untuk menggunakan masker, menerapkan pembatasan jaga jarak, mengutamakan pemesanan barang secara online dan menyemprot disinfektan. Karyawan pun wajib memakai masker dan pakaian kerja sesuai pedoman keselamatan dan kesehatan kerja.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed