oleh

Sri Mulyani Bicara Soal Menteri, Rizal Ramli: Bisa Juga Disuruh Pak Jokowi

Rizal menduga ada yang mendorong Sri Mulyani bicara soal pengalaman menteri. Dia menuding Menkeu bertindak sebagai orang yang lebih tahu.

secret-financial.com – Ekonom senior Rizal Ramli menanggapi pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani soal menteri-menteri di Kabinet Indonesia Maju yang baru memiliki pengalaman di kursi pemerintahan. Dia menduga ungkapan itu berhubungan dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Sri Mulyani Bicara Soal Menteri, Rizal 

“Bisa juga dia (Sri Mulyani) disuruh Jokowi karena mau ganti menteri-menterinya. Mungkin ya, saya cuma bicara kemungkinan,” tutur Rizal dalam diskusi virtual bersama RMOL, Jumat, 21 Agustus 2020.

Selain itu, Rizal menduga ada kemungkinan lain yang mendorong Sri Mulyani bicara soal pengalaman menteri. Dia menuding Menteri Keuangan bertindak sebagai orang yang lebih tahu. “Ada kemungkinan Sri Mulyani sok jago,” tuturnya.

Baca juga: Indonesia Bisa Terhindar dari Resesi, Ini Syaratnya Kata Ekonom

Sri Mulyani dalam diskusi bersama Jakarta Post beberapa waktu lalu menyebut ada sejumlah menteri yang baru menjabat di kursi Kabinet dan belum pernah bekerja sebelumnya di pemerintahan. Dia berharap menteri-menteri itu sudah tahu tentang birokrasi, dokumen anggaran, dan kebijakan-kebijakan lainnya.

Menurut Rizal, semestinya Sri Mulyani memiliki tanggung jawab kepada menteri-menteri lain untuk menjelaskan perihal prosedur yang berhubungan dengan anggaran. Dia juga menyatakan seharusnya Sri Mulyani mengungkapkan pernyataan ini enam bulan lalu saat pandemi baru terjadi di Indonesia.

“Ini kan sudah 6 bulan krisis. Dari bulan pertama seharusnya sudah diambil inisiatif. Sekarang sudah 6 bulan baru ngomong itu,” ucapnya.

Baca juga: Utang Luar Negeri Tembus Rp 6.67 Triliun, BI: Struktur Tetap Sehat

Staf Khusus Menteri Keuangan Sri Mulyani, Yustinus Prastowo, mengatakan tidak ada hubungannya pernyataan Sri Mulyani dengan perintah dari Presiden Jokowi dan isu reshuffle. “Ini lebih pada penjelasan kenapa penyerapan anggaran dan lain-lain agak lambat. Itu jadi salah satu faktor. Tidak berarti negatif tapi itu faktual,” tuturnya saat dihubungi Tempo.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed