oleh

Sri Mulyani Sebut Ekonomi Mulai Membaik Sejak Juni

Sri Mulyani sebut ekonomi pada bulan Juni sudah mulai membaik. Ekonomi bulan Juni ada pembalikan kemudian berpacu meningkatkan sentimen dan tren positif

Sri Mulyani Sebut Ekonomi Mulai Membaik Sejak Juni

secret-financial.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan perekonomian Indonesia pada kuartal II 2020 relatif lebih buruk daripada periode sebelumnya. Namun, Sri Mulyani sebut ekonomi pada bulan Juni sudah mulai membaik.

“Ekonomi bulan Juni ada pembalikan kemudian berpacu meningkatkan sentimen dan tren positif,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi video, Senin, 20 Juli 2020.

Beberapa indikator sektoral yang bergerak ke arah positif pada bulan Juni, antara lain indeks keyakinan konsumen , PMI manufaktur, konsumsi, konsumsi listrik bisnis dan industri, serta ekspor impor. Selain itu, penerimaan pajak, penerimaan bea cukai, penyerapan belanja modal, serta likuiditas pemerintah yang ekspansif.

Baca juga: Sri Mulyani Menjawab Kritik: Semua Negara Islam di Dunia Punya Utang

Pada sisi fiskal, Sri Mulyani mengatakan kinerja perpajakan masih melambat akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar, namun mulai membaik pada sektor tertentu. Perbaikan kinerja perpajakan tersebut didorong oleh pelonggaran PSBB dan membaiknya perdagangan internasional. Adapun pembiayaan dijaga agar aman dan kondisi kas terkendali.

Di sektor riil, konsumsi masyarakat terpantau mulai mengalami perbaikan, namun masih lemah. Di sisi lain, produksi dalam negeri mulai tumbuh. Dengan demikian, ia mengatakan sektor rill, terutama konstruksi mulai berdegup naik, namun perlu dilihat keberlangsungannya.

Pada sisi eksternal, cadangan devisa meningkat, salah satunya didukung penerbitan surat berharga negara valuta asing. Aktivitas ekspor dan impor menunjukkan tren membaik, dengan potensi ekspor ke Cina yang mulai tumbuh.

Baca juga: Dorongan Konsumsi Pemerintah ke Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Masih Lemah

Adapun pada sisi moneter dan keuangan, yield SBN mulai kembali ke kondisi awal 2020 dengan kepemilikan asing masih rendah. Menurut Sri Mulyani, likuiditas perbankan terjaga, meskipun ada tekanan pada kinerja bank. Sementara, inflasi masih dalam kondisi terkendali.

Dengan situasi tersebut, Sri Mulyani berujar aktivitas ekonomi mulai membaik. Namun ketidakpastian masih tinggi, serta perlu hati-hati dan kewaspadaan. Belanja pemerintah, tutur dia, akan menjadi modal penting untuk mengatasi dampak negatif Covid-19. “Implementasi pemulihan ekonomi nasional yang efektif menjadi driver utama penggerak pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed