oleh

Sri Mulyani : Sektor Keuangan RI Berstatus Waspada

Stabilitas sistem keuangan RI sampai akhir Maret itu berstatus tingkatan waspada. Ini yang menyebabkan kita melakukan beberapa kali rapat dengan kabinet.

Sri Mulyani : Sektor Keuangan RI Berstatus Waspada

secret-financial.com – Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) menyatakan, status stabilitas sistem keuangan pada kuartal I-2020 adalah waspada. Hal ini karena dampak penyebaran virus corona terhadap ekonomi domestik semakin meluas.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, sampai dengan Maret 2020, terjadi gejolak yang sangat tinggi dan volatilitas keuangan dalam situasi yang meningkat kewaspadaannya.

Baca juga: Ini Sektor yang Bikin Kredit Macet Bank RI Naik

“Stabilitas sistem keuangan RI sampai akhir Maret itu berstatus tingkatan waspada. Ini yang menyebabkan kita melakukan beberapa kali rapat dengan kabinet yang menjadi landasan penyusunan Perppu No 1/2020,” kata Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan yang juga Ketua KSSK, dalam jumpa pers, Senin (11/5/2020).

Status waspada itu karena dampak dari penyebaran virus corona, yang terlihat dari pergerakan nilai tukar rupiah yang merosot hampir ke area Rp17 ribu per dolar Amerika Serikat (AS). Kemudian, aliran modal asing yang terus keluar dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok di bawal level 5.000.

Berdasarkan kondisi tersebut, KSSK telah melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo dan para menteri Kabinet Indonesia Maju. Kemudian, terbit lah Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19.

“Mengenai stabilitas dari sistem keuangan. Tadi saya sampaikan, pada Maret tepatnya sampai triwulan I-2020. Sehingga munculnya Perppu ini merupakan situasi kegentingan yang memaksa,” imbuh mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Kendati demikan, setelah Maret terlihat sentimen positif dari pasar keuangan domestik maupun global. Tidak hanya itu, untuk menghadapi situasi sulit, KSSK mengeluarkan bauran kebijakan, yang bertujuan menciptakan ketenangan di pasar keuangan.

“Meskipun dampak dari covid-19 baru akan kita lihat, semakin membesar untuk perekonomian kita di triwulan II-2020. Maka kita juga tetap meningkatkan kewaspadaan,” pungkas Ani.

Menurutnya, sebagai Ketua KSSK, koordinasi erat tim KSSK bersama Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah merespons dan mitigasi dampak Covid-19 ke berbagai sektor dengan bauran kebijakan.

Oleh karena itu, adanya berbagai bauran kebijakan ini menunjukkan bahwa tim KSSK melakukan tindakan untuk memitigasi gejolak tersebut.

“Kita lakukan respons tadi yang disebut policy mix dari kita semua. Yang menggambarkan bahwa kita semuanya bersama-sama melakukan tindakan untuk memitigasi gejolak tersebut. Dan ternyata bisa menciptakan ketenangan, meskipun dampak dari Covid-19 sendiri baru akan kita lihat semakin membesar untuk perekonomian kita itu di triwulan ini. Maka kita juga tetap meningkatkan kewaspadaan kita,” kata Sri Mulyani.

Lanjutnya, adanya pandemi Covid-19 telah mengganggu aktivitas ekonomi yakni sisi permintaaan dan produksi. Jika permintaan menyangkut kinerja konsumsi, investasi, ekspor dan impor yang mengganggu rantai pasok perdagangan dunia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed