oleh

Status RI Naik Jadi Negara Menengah Atas, Kemenkeu: Ini Bukti Ketahanan Ekonomi Kita

Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Bank Dunia menaikkan status Indonesia menjadi negara berpendapatan menengah ke atas atau upper middle income country.

Status RI Naik Jadi Negara Menengah Atas, Kemenkeu: Ini Bukti Ketahanan Ekonomi Kita

secret-financial.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan. Bank Dunia menaikkan status Indonesia menjadi negara berpendapatan menengah ke atas atau upper middle income country.

Kementerian Keuangan di dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, kenaikan status ini akan lebih memperkuat kepercayaan serta persepsi investor, mitra dagang, mitra bilateral dan mitra pembangunan atas ketahanan ekonomi Indonesia.

“Pada gilirannya, status ini diharapkan dapat meningkatkan investasi, memperbaiki kinerja current account, mendorong daya saing ekonomi dan memperkuat dukungan pembiayaan. ” tulis Kementerian Keuangan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/7/2020).

Baca juga: Presiden Jokowi : Jangan Sampai Ekonomi Bagus, tapi Covid-19 Naik Lagi

Selain itu juga membangun infrastruktur yang layak untuk menyokong mobilitas dan mendorong pembangunan, memperkaya inovasi dan teknologi dalam menjawab tantangan industri ke depan, memperbaiki kualitas layanan dan meningkatkan efisiensi proses bisnis serta menjaga APBN yang sehat.

Untuk itu, beberapa kebijakan yang perlu ditingkatkan antara lain memperkuat sumber daya manusia melalui pendidikan, program kesehatan, dan perlindungan sosial.

Baca juga: Ada Potensi 119 Perusahaan Relokasi dari China, Jokowi: Jangan Kalah dari Negara Lain

Kemenkeu pun menilai kenaikan status Indonesia merupakan bukti atas ketahanan ekonomi Indonesia.

“Selain itu, Pemerintah juga terus mendorong serangkaian kebijakan reformasi struktural yang difokuskan pada peningkatan daya saing perekonomian. Terutama aspek modal manusia dan produktivitas, kapasitas dan kapabilitas industri untuk meningkatkan ekspor dan mengurangi defisit transaksi berjalan, dan pemanfaatan ekonomi digital untuk mendorong pemberdayaan ekonomi secara luas dan merata,” jelas Kemenkeu.

Baca juga: Menristek: Teknologi Penting Dalam Ekonomi Minim Kontak Saat Pandemi Covid-19

Klasifikasi ini biasa digunakan secara internal oleh Bank Dunia, juga dirujuk luas oleh lembaga dan organisasi internasional dalam operational guidelines. Bank Dunia menggunakan klasifikasi ini sebagai untuk salah satu faktor untuk menentukan suatu negara memenuhi syarat dalam menggunakan fasilitas dan produk Bank Dunia, termasuk loan pricing (harga pinjaman).

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed