fbpx
Kasus Covid Turun, Jokowi Ingatkan Masyarakat Tetap Waspada

Kasus Covid Turun, Jokowi Ingatkan Masyarakat Tetap Waspada

Angka kasus covid baru yang semakin turun pada akhir-akhir ini pun dimintanya agar tak menjadikan masyarakat lengah. Hal ini disampaikannya saat

Secret-financial — Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaannya terhadap kemungkinan kenaikan kasus Covid-19. Angka kasus covid baru yang semakin turun pada akhir-akhir ini pun dimintanya agar tak menjadikan masyarakat lengah.

Hal ini disampaikannya saat membuka pameran otomotif Indonesia international motor show hybrid 2021 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/4).

“Yang juga harus kita ingat bersama-sama, kita ini masih di dalam masa pandemi. Kita harus tetap waspada terhadap pandemi Covid-19, tapi juga kita tidak boleh berhenti dalam menggerakkan ekonomi. Tetap dengan kewaspadaan, tetap dengan kehati-hatian,” ujar Jokowi.

Baca juga:
Polri Imbau Anggota Tak Gunakan Kekerasan Ketika Larang Masyarakat MudikPenumpang KRL Boleh Buka Puasa di Kereta

Jokowi mengingatkan, kebijakan gas dan rem dalam penanganan kesehatan dan ekonomi juga harus dijaga dan dikendalikan. Ia mencontohkan, banyak negara lain mengalami lonjakan kenaikan kasus baru Covid setelah angka kasus sempat turun. Ini terjadi karena pemerintah dan masyarakat tak mampu menjaga kewaspadaan dan kehati-hatiannya.

“Kita ingat di bulan Januari kasus harian kita berada di angka 13 ribu, 14 ribu, 15 ribu bahkan saat itu. Dalam tiga minggu ini kita sudah berada di angka yang baik menurut saya, 6 ribu, 5 ribu 4 ribu. Naik turun berada di angka itu. Ini yang harus kita jaga dan terus kita tekan,” kata dia.

Sementara itu, lanjut Presiden, perkembangan angka kesembuhan nasional saat ini juga semakin meningkat yakni mencapai 90,5 persen di atas rata-rata dunia dan juga Asia.

Penumpang KRL Boleh Buka Puasa di Kereta

Penumpang KRL Boleh Buka Puasa di Kereta

PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter mengizinkan penumpang buka puasa di dalam KRL Jabodetabek ataupun lintas Yogyakarta-Solo.

secret-financial — PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter mengizinkan penumpang buka puasa di dalam kereta rel listrik atau KRL Jabodetabek ataupun lintas Yogyakarta-Solo. Meski begitu, waktu berbuka dibatasi.

“KAI Commuter memperbolehkan para penumpang untuk makan dan minum di dalam KRL khusus pada waktu buka puasa hingga satu jam setelahnya,” kata Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 13 April 2021.

Anne mengingatkan penumpang yang makan dan minum di kereta untuk menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Dia juga mengimbau penumpang berbuka puasa dengan makan dan minum secukupnya.

Baca juga: Pengembangan Pesawat N219, Kemenperin Fasilitasi Kerja Sama Perusahaan RI-Jerman

Penumpang tetap harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. KAI Commuter masih memberlakukan penyekatan di stasiun, pengecekan suhu tubuh, menjaga jarak, dan wajib pakai masker.

Dari pengalaman tahun lalu, puncak mobilitas pengguna KRL saat bulan puasa adalah pukul 06.00-07.00 WIB dan 16.00-17.00 WIB. “Untuk itu KAI Commuter mengajak kepada para pengguna KRL untuk merencanakan kembali perjalanannya pada Ramadan ini agar terhindar dari kepadatan di dalam KRL,” ujar Anne.

Jam operasional kereta selama bulan puasa tak berubah. KRL Jabodetabek tetap melayani penumpang pukul 04.00-22.00 WIB dengan total 983 perjalanan per hari. Lalu 22 perjalanan KRL Yogyakarta-Solo pukul 05.05-19.10 WIB.

Menlu: Ketahanan Kesehatan Penting, Bisa Pengaruhi Keamanan-Stabilitas

Menlu: Ketahanan Kesehatan Penting, Bisa Pengaruhi Keamanan-Stabilitas

Ketahanan kesehatan atau health security menjadi sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang, termasuk dalam ketahanan negara.

Menlu: Ketahanan Kesehatan Penting, Bisa Pengaruhi Keamanan-Stabilitas

secret-financial.com – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan pengembangan vaksin Covid-19 merupakan salah satu langkah strategis untuk membangun ketahanan kesehatan. Sebab, menurut Retno, ketahanan kesehatan atau health security menjadi sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang, termasuk dalam aspek ketahanan negara.

“Dari sejarah kita melihat bahwa between one pandemic to another pandemic waktunya makin pendek. Jadi, masalah health security becomes more important than before karena health security akan mempengaruhi security dalam konteks biasa bahkan memengaruhi stabilitas dan sebagainya,” kata Retno dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2020).

Retno mengatakan, pemerintah telah berkomitmen bahwa penguatan kemandirian di bidang kesehatan, khususnya obat-obatan, menjadi salah satu yang bisa direalisasikan.

Baca juga: Ini Cara Mendes Bangkitkan Ekonomi Desa Pasca Pandemi

Ia menyebut, Indonesia tidak bisa terus menerus menjadi negara pembeli obat dari negara lainnya.

“Kalau mau cepat, kita beli (vaksin). Tapi pertanyaannya, pada saat kami diskusi termasuk dengan presiden, apakah kita akan beli terus? Kalau kita beli terus, kita tidak akan pernah tahu kapan next pandemi akan terjadi,” ujarnya.

Retno pun mengatakan, saat ini Indonesia mulai mengembangkan vaksin Covid-19 secara mandiri.

Menurutnya, pengembangan vaksin tersebut direncanakan selesai pada pertengahan 2021.

“Kalau kita mengembangkan vaksin sendiri, pasti nanti paling cocok denganstrain-nya orang Indonesia. Kita sudah jalan, mudah-mudahan kalau tidak pertengahan tahun depan itu sudah selesai,” ucapnya.

Di saat bersamaan, Retno mengatakan Indonesia juga menjalin kerja sama dengan negara-negara lain.

Baca juga: Ini Strategi Kementan Hadapi Masalah Pangan Saat New Normal

Selain kerja sama dalam bentuk konkret seperti pengembangan vaksin, ia mengatakan Indonesia terus menyuarakan pentingnya pemberian akses vaksin Covid-19 bagi seluruh negara di dunia.

“Saya yakin teman-teman sedang bekerja keras untuk mendapatkan kemandirian vaksin, sambil kita juga terus melakukan kerja sama dengan negara-negara lain,” ujar Retno.

“Memang untuk kerja sama vaksin ada yng sifatnya call mengenai values atau norms, seperti accesibility dan affordability kita aktif di Executive Board WHO, kita masuk di situ. Kemudian ada yang sifatnya konkret, memang melibatkan masalah kontribusi,” kata dia.

Begini Protokol Kesehatan Cegah Covid-19 di Mal

Begini Protokol Kesehatan Cegah Covid-19 di Mal

Begini Protokol Kesehatan Cegah Covid-19, pada saat memeriksa suhu para pengunjung, petugas wajib menggunakan masker dan pelindung wajah

Begini Protokol Kesehatan Cegah Covid-19 di Mal

secret-financial.com – Dalam rangka mendukung upaya adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman COVID-19. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sebagai bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, telah mengeluarkan aturan mengenai protokol kesehatan bagi masyarakat yang berkumpul di tempat umum. Dalam hal ini, tempat umum yang dimaksud meliputi pusat perbelanjaan, mal, pertokoan, dan sejenisnya.

Tim Komunikasi Publik, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Dokter Reisa Broto Asmoro mengatakan, panduan protokol tersebut tertuang dalam keputusan Menteri Kesehatan (Menkes) Nomor 382 tahun 2020, tentang protokol kesehatan bagi masyarakat di tempat dan fasilitas umum, dikeluarkan pada tanggal 19 Juni 2020.

Dalam surat keputusan Menkes tersebut, beberapa informasi penting bagi pengelola, maupun pengunjung pusat perbelanjaan adalah mulai dari pembatasan jumlah pengunjung, melakukan pemeriksaan suhu tubuh di semua pintu masuk pusat pembelanjaan dan aturan mengenai jam operasional, jam buka dan tutupnya mal.

Baca juga: Pengelola Minta Masyarakat Memperhatikan 7 Hal Sebelum Mengunjungi Ma

“Jika, ditemukan pekerja atau pengunjung dengan suhu di atas 37,3 derajat Celcius, maka pengunjung tidak diperkenankan masuk. Jika, pengunjung tidak memakai masker, maka tidak diperbolehkan masuk juga,” kata Dokter Reisa.

Pada saat memeriksa suhu para pengunjung, petugas wajib menggunakan masker dan pelindung wajah, dan harus didampingi oleh petugas keamanan. Kemudian, jarak antar etalase, antrean kasir, tangga eskalator dan lift juga harus diatur dengan batas minimal adalah satu meter.

“Jarak saat mengantri dengan memberi penanda di lantai minimal satu meter, seperti di pintu masuk kasir, dan juga lift, dan juga eskalator, dan membatasi jumlah orang yang masuk ke dalam lift dengan membuat penanda pada lantai lift,” jelas Dokter Reisa.

“Pengelola diminta memberikan informasi tentang larangan masuk bagi kerja dan pengunjung yang memiliki gejala demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan atau sesak nafas, atau punya riwayat kontak dengan orang yang terkena COVID-19,” jelasnya.

Bagi para pengunjung, Dokter Reisa juga menyarankan untuk selalu memakai masker dalam perjalanan ke dan dari mal dan selama berada di pusat perbelanjaan sejenisnya.

Baca juga: Begini Cara Terbaik Berbelanja Saat New Normal

“Sering-sering cuci tangan pakai sabun dan air mengalir minimal selama 20 detik, atau gunakan hand sanitizer. Hindari menyentuh area wajah, seperti di mata, hidung, dan mulut, apalagi kalau belum cuci tangan. Tetap jaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain,” jelasnya.

Apabila kemudian pusat pembelanjaan mal, atau pertokoan padat dengan aktivitas manusia, Dokter Reisa tidak menyarankan pengunjung memasuki area dalam kondisi tersebut. “Jangan dipaksakan. Cari alternatif tempat lain atau pilih opsi belanja online, atau secara daring,” terangnya.

Sebagaimana yang telah dijelaskan, bahwa protokol kesehatan tersebut diterbitkan sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19 untuk memfasilitasi masyarakat yang beraktivitas kembali dalam situasi pandemi COVID-19, namun dengan mulai beradaptasi pada Kebiasaan Baru.

Kendati protokol kesehatan telah diterbitkan, namun Dokter Reisa tetap mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam berbelanja di tengah pandemi COVID-19. “Apabila, resikonya terlalu tinggi, dan Anda ragu, jangan lakukan. Tetaplah tinggal di rumah dan cari alternatif lain berbelanja,” ujar Dokter Reisa.

Pengelola Minta Masyarakat Memperhatikan 7 Hal Sebelum Mengunjungi Mal

Pengelola Minta Masyarakat Memperhatikan 7 Hal Sebelum Mengunjungi Mal

APBI Jakarta menyatakan 80 mal di ibu kota akan buka kembali mereka meminta masyarakat untuk memperhatikan sejumlah hal sebelum mengunjungi mal.

Pengelola Minta Masyarakat Memperhatikan 7 Hal Sebelum Mengunjungi Mal

secret-finacial.com – Asosiasi Pusat Perbalanjaan Indonesia (APBI) Jakarta menyatakan 80 mal di ibu kota akan buka kembali mulai Senin (15/6) walau penyebaran virus corona belum berhenti. Untuk itu, mereka meminta masyarakat untuk memperhatikan sejumlah hal sebelum mengunjungi mal.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DKI Jakarta Ellen Hidayat mengatakan perhatian diperlukan karena pengelola mal akan menjalankan protokol kesehatan Covid-19 di pusat perbelanjaan. Dengan demikian, terdapat sejumlah penyesuaian operasional mal dibandingkan dengan sebelum kemunculan Covid-19.

“Ini penting untuk meyakinkan masyarakat bahwa kunjungan mereka ke pusat belanja akan disertai dengan pengawasan dan perhatian besar dari pengelola pusat belanja dalam hal ini menyangkut masalah keamanan dan kenyamanan,” ujarnya.

Baca juga: Ini Cara Mendes Bangkitkan Ekonomi Desa Pasca Pandemi

Perhatian pertama, berkaitan dengan antrean. Pengelola mal akan mewajibkan pengunjung menjaga jarak antrian masuk mal dengan minimal satu meter.

Kedua, pengunjung wajib menggunakan masker.

Ketiga, suhu tubuh pengunjung dibawah 37,5 derajat celcius. Keempat, kapasitas liftnya  hanya enam orang, dari sebelumnya bisa mencapai 15 orang. Kelima, pengaturan di escalator dimana pengunjung wajib berdiri di posisi yang diberi tanda. Jarak antara satu pengunjung dengan lainnya adalah 3 tangga escalator.

Keenam, pengunjung wajib antri di toilet dengan jarak satu meter. Ketujuh, restoran dan food court yang menyediakan layanan makan di tempat (dine in) hanya memiliki kapasitas 50 persen.

Ketujuh, pengelola mal tidak menyediakan karpet di mushola dan memberikan jarak satu meter. “Pengunjung diminta untuk mengikuti petunjuk yang sudah dibuat oleh pengelola,” katanya.

Baca juga: Ini Strategi Kementan Hadapi Masalah Pangan Saat New Normal

Bagi pengelola mal sendiri, wajib memiliki gugus kendali Covid-19 sehingga bisa mengawasi pengunjung di dalam mal yang menanggalkan maskernya.

“Selain pengunjung, karyawan juga wajib memakai masker dan face shield,” tuturnya.

Selain itu, pengelola wajib menyediakan ruang isolasi yang dilengkapi dengan peralatan Alat Pelindung Diri (APD), oksigen, dan sebagainya. Pengelola juga wajib mengatur parkir motor dengan jarak satu meter dan menyediakan parkir sepeda. Setiap hari, area gedung dan publik harus dibersihkan dengan desinfektan.

Baca juga: Soal New Normal, Sri Mulyani Pilih Ekonomi atau Kesehatan?

APPBI DKI Jakarta mencatat sebanyak 80 mall siap kembali beroperasi. Jam buka sendiri mengalami penyusaian, yakni pukul 11.00 WIB hingga 20.00 WIB. Pengelola mall juga mengurangi kapasitas menjadi hanya 50 persen untuk mencegah penularan.

“Saat ini karyawan yang bisa diserap hanya sekitar 50 persen karena mal belum beroperasi penuh. Baru mulai dengan 50 persen (dari kapasitas),” katanya.