fbpx
Pengacara Sebut 2 Polisi Jadi Tersangka Penganiayaan Jurnalis Tempo Nurhadi

Pengacara Sebut 2 Polisi Jadi Tersangka Penganiayaan Jurnalis Tempo Nurhadi

Pengacara jurnalis Tempo Nurhadi, Fatkhul Khoir, mengatakan dua orang polisi telah menjadi tersangka dalam kasus penganiayaan yang menimpa kliennya.
Pengacara Sebut 2 Polisi Jadi Tersangka Penganiayaan Jurnalis Tempo Nurhadi

Secret-financial — Pengacara jurnalis Tempo Nurhadi, Fatkhul Khoir, mengatakan dua orang polisi telah menjadi tersangka dalam kasus penganiayaan yang menimpa kliennya. Mereka adalah Purwanto dan Firman Subkhi. Nurhadi merupakan wartawan Tempo Surabaya yang menjadi korban kekerasan anggota polisi saat sedang liputan.

“Yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka sejak Jumat, 7 Mei 2021, sesuai hasil gelar perkara,” kata Fatkhul, Ahad, 9 Mei 2021.

Fatkhul mengapresiasi penyidik Kepolisian Daerah Jawa Timur yang akhirnya menetapkan tersangka. Ia berharap penyidik tidak berhenti pada kedua orang ini saja. Sebab, pelaku penganiayaan terhadap Nurhadi berjumlah belasan orang. “Mudah-mudahan peran pelaku lainnya terungkap dari hasil rekonstruksi,” tutur dia.

Ia mengatakan Purwanto dan Firman diduga merupakan anggota polisi yang turut menganiaya Nurhadi lalu membawanya ke Hotel Arcadia, kawasan Jembatan Merah, Surabaya.

Baca juga:
Prabowo Berhasil Tertibkan Kerja Sama PertahananTravel Gelap Nekat Berangkat saat Larangan Mudik

Menurut Fatkhul, rencana penyidik selanjutnya ialah melaksanakan pemanggilan pada tersangka untuk diperiksa pada Senin, 10 Mei 2021. Selanjutnya pada Selasa, 11 Mei, penyidik akan melakukan rekonstruksi di Gedung Graha Samudera Bumimoro serta Hotel Arcadia dengan melibatkan Nurhadi dan saksi-saksi lain.

Namun Nurhadi mengajukan penundaan jadwal reka ulang pada penyidik. Sebab, pemerintah sedang menerapkan pembatasan arus keluar masuk daerah. Selain itu, tim kuasa hukumnya sedang berada di luar Surabaya sehingga tidak dapat mendampingi proses reka ulang. “Saat ini saya juga sedang berada di luar Surabaya,” kata Nurhadi dalam surat permohonannya.

Nurhadi dianiaya oleh belasan orang saat mendatangi resepsi pernikahan anak bekas pejabat Direktorat Jenderal Pajak Angin Prayitno Aji yang berbesanan dengan perwira menengah polisi, Komisaris Besar Ahmad Yani. Kedatangan Nurhadi dalam upaya Tempo untuk meminta konfirmasi pada Angin atas kasus skandal korupsi pajak yang melibatkannya.

Pengacara Hotman Paris Geram, Ada Kakak Adik di Muara Enim Kelaparan

Pengacara Hotman Paris Geram, Ada Kakak Adik di Muara Enim Kelaparan

Pengacara Hotman Paris Geram, Ada Kakak Adik di Muara Enim Kelaparan

secret-financial.com – Kisah miris dialami kakak adik di Kecamatan Gelumbang, Muara Enim, Sumatera Selatan. Keduanya bernama Daluna (23) dan Rohima (21). Kondisi mereka baru terungkap ketika anggota TNI dan polri memberikan bantuan kepada warga terdampak Covid-19.

“Bawa nasi, Pak?” kata Daluna kepada petugas.

Pengacara kondang Hotman Paris Geram. Di akun Instagramnya, ia mempertanyakan pihak-pihak terkait yang sebelumnya tak ketahui kondisi kakak beradik ini.

Baca juga: Harga Beras dan Gula Naik, Jokowi: Ini Pasti Ada Masalah

Kapolres Muara Enim AKBP Donni Eka Syahputra mengungkapkan, dari keterangan Kepala Desan (Kades) dan warga setempat, Daluna dan Rohima tinggal bersama saudara laki-lakinya yang seorang pengangguran. Orangtua mereka sudah tidak ada, dan dua kakak beradik itu diketahui punya keterbelakangan mental.

“Sekarang sudah dirawat di RS Gelumbang dan akan dirujuk ke rumah sakit Kabupaten Muara Enim,” kata Donni.

“Mereka ini empat bersaudara, adik bungsu dia diasuh sama warga sekitar. Jadi, karena makan selalu diantar, kalau ada yang datang mereka pasti tanya makan,” tegas Donni.

Donni mengatakan warga sekitar juga sebenarnya sangat perhatian dan kerap memberi makan kepada mereka. Apalagi kedua orang tua mereka meninggal lima tahun lalu.

“Ibu mereka meninggal lima tahun lalu, bapaknya sudah lama. Jadi hidupnya dari orang-orang sekitar, ya tetangga, keluarga, dan adik bungsunya,” kata Donni.

Hal ini membuat pengacara kondang Hotman Paris Geram. Di akun Instagramnya, ia mempertanyakan pihak-pihak terkait yang sebelumnya tak ketahui kondisi kakak beradik ini.

“Dearah mana ini? Pemda gimana? Para pengusaha dan warga mampu agar di tolong? Apa benar kec gelumbang di muara enim sumatra selatan?? Pengusaha dan perusahaan muara enim! Pak bupati?? Gubernur Sumatra selatan?” tulis Hotman Paris di akun instagramnya.