fbpx
Hindari Pinjaman Online yang Meminta Ijin untuk Mengakses Smartphone

Hindari Pinjaman Online yang Meminta Ijin untuk Mengakses Smartphone

Cara agar kontak tidak disadap pinjaman online ialah tidak mengklik tombol “permission”, yang artinya meminta ijin untuk mengakses smartphone anda.

Secret-financial – Pinjaman online merupakan jenis pinjaman biasanya tersedia dalam bentuk aplikasi. Namun nyatanya kemudahan ini banyak disalahgunakan, oleh para pemilik kredit online. Para pemilik pinjol mulai memborbardir segala bentuk pinjaman lewat nomor pribadi, terkadang membuat risih dan alhasil harus mengganti nomor. Namun tidak perlu khawatir sekarang ada cara agar kontak tidak disadap pinjaman online ialah tidak mengklik tombol “permission”, yang artinya meminta ijin untuk mengakses smartphone anda.

Masyarakat sering menyingkatnya dengan pinjol, kepanjangan dari pinjaman online. Sebuah aplikasi pinjaman kredit, yang dapat dicairkan dalam waktu yang relatif lebih cepat. Bahkan tidak butuh proses yang panjang, seperti pinjaman biasa. Tersedia dalam bentuk aplikasi yang bisa dipasang di perangkat ponsel. Penggunanya pun bisa mengakses kapan saja dan dimanapun, tidak perlu repot datang ke kantor peminjaman kredit. Mencerminkan kemudahan fintech masa kini.

Salah satu keuntungan menggunakan pinjaman online ialah  pengajuannya lebih mudah. Anda tinggal mengisi data pribadi, mengunggah foto diri dan tinggal menunggu proses aplikasi. Sekilas terlihat mudah namun anda justru perlu berhati-hati, sebab tidak bertatap muka langsung dengan pegawai yang bertanggung jawab. Jadi ketika ada kesalahan dalam pinjaman, anda tidak tahu akan melakukan pertanggungjawaban melalui siapa.

Baca juga: Cara Menghapus Data Pinjaman Online

Banyak kasus sering terjadi jika data calon nasabah disalahgunakan. Seringkali pengelola pinjaman online, membuat hal-hal yang tidak nyaman. Contohnya menyadap nomor ponsel calon nasabah, untuk digunakan dalam banyak kepentingan. Kadang pula meneror dengan tawaran kredit yang tidak dibutuhkan, dan sedikit memaksa. Namun kini tidak perlu khawatir, ada cara agar kontak tidak disadap pinjaman online. Tujuannya untuk mengamankan data pribadi, supaya tidak lagi tereskpos.

Lembaga Bantuan Hukum menerima lebih dari 1000 kasus, terkait masalah fintech yang melibatkan kredit online. Laporan yang masuk rata-rata bunga yang terlalu tinggi, hingga pelanggaran dalam akses data kontak pribadi. Data pribadi calon peminjam diaskes oleh pihak kredit online, sampai mengecek log panggilan keluar dan masuk. Dengan alasan hal tersebut diperlukan, untuk prosesdur kelayakan mendapat pinjaman.

Ketika ditanya apa motivasi pengelola kredit online, mereka menjawab untuk mendapatkan informasi apakah calon peminjam adalah penggemplang. Maksudnya untuk mengetahui memang calon peminjam murni, atau pihak saingan kredit online yang lainnya. Terkadang pula mereka memastikan hubungan, calon peminjam dengan emergency kontak yang Ia cantumkan. Untuk melihat seberapa dekat jarak hubungan mereka, alasannya jelas untuk keuntungan pihak pemberi kredit online.

Padahal akses yang dilakukan oleh fintech ini sangat illegal, dan tidak ada hubungannya dengan credit scoring. Sehingga sejak kasus tersebut terkuak, baik OJK maupun Kominfo mengambil langkah tegas untuk melarang fintech mengakses kontak. Dan memberlakukan sebuah cara agar kontak tidak disadap pinjaman online. Disisi lain Memberikan sebuah peraturan yang mana pihak penyelenggara, wajib menjaga kerahasiaan dan keutuhan data calon peminjam.

Baca juga: Tips Tidak Diteror Debt Collector Pinjol

Ketika anda memutuskan untuk mengambil kredit online, pastikan dulu data yang hendak diupload ke aplikasi aman. Demi menjaga privasi kontak anda bisa gunakan HP yang tidak ada kontak, bukan berarti kosongan isi saja dengan nomor asal atau nomor pihak berwajib. Minimal mengisi kontak 100 sampai 200 nama, tapi jangan mencantumkan kontak kerabat dekat. Takutnya pihak kredit online juga memaksa untuk menghubungi kontak keluarga anda.

Hindari juga perijinan dari aplikasi saat sedang menginsatall aplikasi. Pihak kredit online akan mudah mengambil beberapa data, yang disimpan dalam smartphone. Cara agar kontak tidak disadap pinjaman online, ialah tidak mengklik tombol “permission”, yang artinya meminta ijin untuk mengakses smartphone anda. Oleh sebab itu cara agar kontak tidak disadap, ialah membaca terlebih dahulu perijinan yang diajukan. Jika tidak setuju bisa langsung di close dan lanjut step berikutnya.

Waspada Tawaran Pinjaman Online Via SMS, Mengapa?

Waspada Tawaran Pinjaman Online Via SMS, Mengapa?

Aktivitas tawaran pinjaman online oleh perusahaan teknologi keuangan atau fintech ilegal kembali marak, seiring peningkatan kebutuhan dana oleh masyarakat

Secret-financial – Aktivitas tawaran pinjaman online (pinjol) oleh perusahaan teknologi keuangan atau fintech ilegal kembali marak, seiring peningkatan kebutuhan dana oleh masyarakat.

Bahkan, seringkali masyarakat menerima penawaran pinjaman online melalui pesan singkat atau SMS. 

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Adrian Gunadi mengatakan di era digital, tawaran pinjaman online melalui SMS semakin marak, apalagi di saat pandemi Covid-19 saat ini.

Baca juga: Cara Menghapus Data Pinjaman Online

Bisa dipastikan, tawaran lewat SMS ini adalah dari pelaku fintech ilegal yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

“Pelaku fintech ilegal mengincar masyarakat yang saat ini kesulitan ekonomi dan membutuhkan uang akibat pandemi untuk memenuhi kebutuhan pokok atau konsumtif. Padahal pinjaman fintech ilegal ini sangat merugikan masyarakat karena mengenakan bunga yang tinggi, jangka waktu pinjaman pendek dan mereka selalu meminta untuk mengakses semua data kontak di handphone. Ini sangat berbahaya, karena data ini bisa disebarkan dan digunakan untuk mengintimidasi saat penagihan,” ujarnya mengutip siaran persnya, Rabu (23/9/2020).

Dia pun meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan jangan mudah tergiur.

Sebenarnya, kata Adrian, fintech peer to peer lending yang sudah terdaftar di OJK dilarang untuk menawarkan produk atau promosi melalui pesan singkat SMS.

Baca juga: Orang RI Pintar, Utang di Pinjaman Online Tidak di Bayar

Hal itu, kata dia, telah diatur dalam Peraturan OJK nomor 07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan.

Dalam peraturan tersebut di pasal 19 disebutkan, Pelaku Usaha Jasa Keuangan dilarang melakukan penawaran produk dan/atau layanan kepada Konsumen dan/atau masyarakat melalui sarana komunikasi pribadi yang bersifat personal (e-mail, SMS, dan voice mail) tanpa persetujuan konsumen.

Setiap penyelenggara fintech lending anggota AFPI dalam setiap penawaran atau promosi, wajib mencantumkan atau menyebutkan nama dan logo penyelenggara serta pernyataan terdaftar di OJK. Hal ini diatur dalam Pasal 35 Peraturan OJK No.77/2016.

Bahkan dalam pasal 48 disebutkan, penyelenggara (fintech lending) wajib terdaftar sebagai anggota asosiasi yang telah ditunjuk oleh OJK, yakni AFPI.

“Selain itu dalam proses penyaluran pinjaman, fintech lending terdaftar OJK juga didukung oleh asuransi pinjaman serta menggunakan sistem credit scoring yang sudah teruji, seperti Pefindo, untuk menganalisis dan verifikasi pinjaman,” kata Adrian.

Baca juga: Sri Mulyani Sebut Sistem Logistik Nasional Seperti Benang Ruwet

Berdasarkan data dari Satgas Waspada Investasi (SWI) jumlah total fintech peer to peer lending ilegal yang telah ditangani SWI sejak tahun 2018 sampai Juni 2020 sebanyak 2.591 entitas.

Pada Juni 2020 saja, SWI menemukan 105 fintech P2P lending illegal yang menawarkan pinjaman ke masyarakat melalui aplikasi dan pesan singkat SMS di telepon genggam.

Untuk itu, lanjut dia, agar memastikan status izin penawaran produk jasa keuangan yang diterima, masyarakat dapat menghubungi Kontak OJK 157 melalui nomor telepon 157 atau layanan whatsapp 081 157 157 157 atau e-mail konsumen@ojk.go.id dan waspadainvestasi@ojk.go.id atau bisa juga mengunjungi website resmi OJK.

Pinjaman Online, Utang Yang Mencekik Masyarakat

Pinjaman Online, Utang Yang Mencekik Masyarakat

Pinjaman Online, Utang Yang Mencekik Masyarakat. Aplikasi pinjaman online ini memberikan kemudahan dan kecepatan masyarakat untuk mendapatkan pinjaman dana.

Pinjaman Online, Utang Yang Mencekik Masyarakat

secret-financial.com – Aplikasi pinjaman online memberikan kemudahan serta kecepatan pada masyarakat untuk mendapatkan pinjaman. Namun, di sisi lain, tidak sedikit masyarakat yang akhirnya terjerat utang aplikasi pinjaman online. Alhasil, mereka harus segera melunasi pinjaman agar tidak di teror para penagih utang. 

Belakangan aplikasi pinjaman online marak muncul di tanah air. Berdasarkan data OJK per Februari 2019 terdapat 99 aplikasi pinjaman online legal yang beroperasi.

Belakangan aplikasi pinjaman online marak muncul di tanah air. Berdasarkan data OJK per Februari 2019 terdapat 99 aplikasi pinjaman online legal yang beroperasi.

Aplikasi pinjaman online ini memberikan kemudahan dan kecepatan masyarakat untuk mendapatkan pinjaman dana.

Sekedar informasi, para pengelola aplikasi ini bisa memberikan pinjaman dana dalam hitungan jam. Tambah lagi, pinjaman yang mereka berikan tidak membutuhkan agunan.

Mohammad Andoko, Financial Planner One Shildt mengatakan aplikasi pinjaman online sangat disukai oleh generasi milenial. Alasannya, mereka mendapatkan pinjaman dana dengan cepat dan praktis.

“Kebanyakan pinjaman tersebut digunakan untuk membiayai gaya hidup mereka yang konsumtif,” tambahnya.  

Aplikasi pinjaman online ini rupanya tidak selamanya bermanfaat. Karena, tidak sedikit orang yang terjerat lilitan utang lantaran gagal bayar.

Maklum saja, aplikasi pinjaman online memberikan bunga pinjaman tinggi kepada setiap member. Contohnya, sebuah aplikasi pinjaman online menetapkan bunga pinjaman sekitar 2,95% per bulan.

Saat gagal bayar terjadi, beberapa aplikasi pinjaman online melakukan penagihan dengan cara kurang mengenakkan. “Mereka menelpon teman si peminjam untuk dimintai tolong mengingatkan pembayaran utang,” katanya.

Ada pula perusahaan aplikasi pinjaman online yang mengirimkan debt collector untuk menagih utang.

Aftech: Industri Fintech Turut Terimbas Corona

Aftech: Industri Fintech Turut Terimbas Corona

Aftech: Industri Fintech Turut Terimbas Corona

secret-financial.com – Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) membenarkan sejak adanya pandemi Covid-19 industri fintech turut terimbas corona. Hal itu dikarenakan adanya perubahan produktivitas dan efisiensi kerja yang tidak maksimal karena adanya program Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) membenarkan sejak adanya pandemi Covid-19 industri fintech turut terimbas corona karena adanya program PSBB.
Baca juga:
Baca juga:

Aftech Mercy Simorangkir mengatakan, dampak negatif lain yang dirasakan oleh industri fintech seperti adanya keterlambatan dalam pengurusan mitra bisnis baru.

Dia menyebutkan ketidakpastian dalam perekonomian menyebabkan penyelenggara fintech mengalami penundaan dalam pelaksanaan aktivitas bisnis, penurunan permintaan konsumen dan jumlah pengguna.

“Dampak lainnya juga terdapat penurunan transaksi, perubahan perilaku mitra usaha, hal ini juga termasuk lembaga keuangan karena berakibat terhadap peningkatan kehati-hatian serta peningkatan risiko operasional,” jelasnya dalam virtual conference, Jumat (8/5).

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia saat ini tidak selalu memberikan dampak negatif. Aftech mengungkapkan sekitar 23,4 persen perusahaan teknologi digital keuangan yang menjadi anggota Aftech mengalami dampak positif di tengah pandemi Covid-19.

“Sekitar 23,4 persen anggota-anggota kami mengalami dampak positif, mengingat fintech merupakan bagian dari ekonomi digital,” ujar Ketua Harian Aftech Mercy Simorangkir dalam seminar daring di Jakarta.

Mercy mengatakan pada saat sekarang ketika masyarakat melakukan aktivitas secara daring atau online dalam mencegah Covid-19, terdapat sebagian porsi fintech yang mengalami peningkatan. “Hal itu terlihat dalam peningkatan jumlah transaksi, pengguna baru, ataupun peluang usaha baru,” katanya.

Ia menambahkan, meski begitu terdapat pula beberapa dampak positif yang dirasakan oleh industri fintech. Mercy bilang, hal itu seperti munculnya peluang usaha baru yang masih berkaitan dengan model bisnis utama. Seperti edukasi dan layanan asuransi kesehatan maupun jiwa yang melalui kerjasama pihak ketiga.

Mercy mengatakan, adapun kegiatan usaha yang belum terdampak corona dikarenakan masih belum beroperasi atau telah melihat dampaknya, namun tidak signifikan.

Hati-hati Maraknya Iklan Pinjaman Online di Masa Pandemi Virus Corona

Hati-hati Maraknya Iklan Pinjaman Online di Masa Pandemi Virus Corona

Hati-hati Maraknya Iklan Pinjaman Online di Masa Pandemi Virus Corona

secret-financial.com – Di media sosial, banyak ditemukan promosi berbagai akun yang menawarkan pinjaman secara online, dengan janji kemudahan proses.

Iklan promosi ini muncul secara acak.

Di media sosial, banyak ditemukan promosi menawarkan pinjaman secara online, hati-hati maraknya iklan Pinjaman Online di masa Pandemi Virus Corona.
Baca juga: Orang RI Pintar, Utang di Pinjaman Online Tidak di Bayar

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, di tengah pandemi virus corona yang masih berlangsung di Indonesia, permintaan akan pinjaman online kian meningkat. 

OJK mencatat, ada sekitar Rp 95,39 triliun pinjaman online disalurkan ke debitur pada Februari 2020.

Pinjaman ini melambung hampir 8 persen dari awal tahun dan 17 persen lebih tinggi jika dibandingkan dengan akhir tahun lalu. 

Dengan banyaknya tawaran pinjaman online, masyarakat harus mewaspadai para penyedia pinjaman online dengan adanya peningkatan permintaan ini.

Fintech ilegal kerap memberikan bunga yang tinggi dengan jangka waktu pinjaman yang singkat.

Biasanya, mereka memberikan syarat yang mudah untuk mendapatkan pinjaman, serta meminta izin untuk dapat mengakses seluruh data kontak di ponsel.

Pesan OJK

Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Manajemen Strategis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anto Prabowo mengimbau agar masyarakat berhati-hati dalam memilih pinjaman online yang diiklankan di media sosial.

“Yang terpenting masyarakat harus tahu mengenai manfaat, biaya, dan risiko,” kata Anto.

Sebab hal ini bertentangan dengan peraturan OJK nomor 1/POJK.7/2013 pada 6 Agustus 2013 pasal 19. Pasal itu menyebut bahwa pelaku usaha jasa keuangan dilarang melakukan penawaran produk dan layanan kepada konsumen atau masyarakat melalui sarana komunikasi pribadi tanpa persetujuan.

Baca juga: Tawaran Pinjaman Online Ilegal Yang Semakin Banyak Melalui Link SMS

Pernyataan ini dipicu oleh maraknya peredaran SMS yang menyebutkan bahwa nomor KTP pengguna telah digunakan untuk melakukan pinjaman. Pesan tersebut disertai dengan sebuah tautan, yang akan membawa penggunanya ke Google Play Store, dan akan terhubung ke aplikasi DanaRupiah, layanan pinjaman online.

Ketika ditanya apakah pihaknya telah mengetahui soal peraturan ini, ia menyebut sudah mengetahui peraturan tersebut dan akan kembali mengingatkan kepada anggotanya.

Fintech  P2P Lending Memberikan Keringanan untuk Peminjam

Fintech P2P Lending Memberikan Keringanan untuk Peminjam

Fintech P2P Lending Memberikan Keringanan untuk Peminjam

secret-financial.com – Tak hanya perbankan dan multifinance yang memberikan keringanan cicilan untuk para nasabahnya, layanan financial technology (fintech) peer to peer lending juga memberikan keringanan untuk borrower atau peminjam.

Tak hanya perbankan dan multifinance, layanan financial technology (fintech) peer to peer lending juga memberikan keringanan untuk borrower atau peminjam.
Baca juga: Fintech, Bank, dan Leasing Akan Beri Libur Bayar Cicilan

Asosiasi menyebut jika keringanan yang diberikan untuk borrower akan berbeda dengan yang diberikan oleh bank. Hal ini karena fintech merupakan platform yang mempertemukan pemilik dana (lender) dan peminjam (borrower). Sehingga dalam proses restrukturisasinya harus ditemukan kesepakatan.

Hanya saja, keringanan tersebut baru bisa diberikan pelaku UMKM apabila mendapat persetujuan dari pihak pemberi pinjaman. Hal itu karena perusahaan fintech peer-to-peer lending sebagai platform tidak bertindak sebagai pihak pemberi pinjaman sebagaimana di industri perbankan atau pembiayaan.

Selain meminta pengertian pihak platform dan pemberi pinjaman, warganet juga mempertanyakan mengapa keringanan hanya diberikan kepada UMKM?

“Hanya untuk UMKM?? Padahal konsumen pinjol banyak dari orang individu… tetap ada pinjol bikin sengsara. Bunga dan denda harian mencekik kami,” tulis pengguna akun Facebook.

Ada pula pengguna bernama Yoyoh Samsiah yang membagikan cerita tentang penagihan yang tetap dilakukan pihak penyedia layanan pinjaman.

Ia menulis, “tetap saja ditagih dan diancam, padahal sudah kasih tau kalau belum bisa setor karena dagangnya sepi.”

Meski begitu, AFPI terus menghimbau kepada anggotanya untuk ikut berpartisipasi secara aktif membantu dan meringankan masyarakat pengguna platfom fintech lending yang mengalami kerugian atas dampak wabah Covid-19.

CEO Modalku Renold Wijaya mengungkapkan pihaknya akan melakukan restrukturisasi kasus per kasus. “Sebagai langkah untuk memitigasi risiko, kami akan menyesuaikan kembali beberapa faktor dalam memberikan pinjaman, seperti limit dan tenor pinjaman. Angka limit & tenor pinjaman akan disesuaikan dengan jenis pinjaman dan portofolio bisnis masing- masing UMKM,” ujarnya.

“Sehingga mereka paham benar adanya dampak dari Covid-19 dan bagaimana kebutuhannya. Jadi negosiasi dengan institusional lender ini prosesnya lebih cepat, dibandingkan misalnya dengan pendanaan crowd funding yang satu pinjaman bisa didanai 50-100 orang,” tuturnya.

Adapun hingga saat ini, Amalia mengatakan peminjam di Investree baru meminta skema restrukturisasi perpanjangan tenor. Belum ada peminjam yang meminta penundaan pembayaran hingga satu tahun.

Fintech, Bank, dan Leasing Akan Beri Libur Bayar Cicilan

Fintech, Bank, dan Leasing Akan Beri Libur Bayar Cicilan

Fintech, Bank, dan Leasing Akan Beri Libur Bayar Cicilan

secret-financial.com – Menghadapi pandemi COVID-19 atau virus corona Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan stimulus di bidang jasa keuangan, baik bank, perusahaan pembiayaan (multifinance), asuransi, dan dana pensiun. Lalu bagaimana dengan pinjaman dari fintech lending atau pinjaman online.

Menghadapi pandemi COVID-19 atau virus corona Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan Fintech, Bank, dan Leasing akan beri libur bayar cicilan.
Baca juga: Orang RI Pintar, Utang di Pinjaman Online Tidak di Bayar

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan perusahaan Fintech lending merupakan platform yang mempertemukan antara pemberi pinjaman dan penerima pinjaman. Perusahaan fintech lending sebagai lembaga jasa keuangan tidak bertindak sebagai pemberi pinjaman sebagaimana di industri Perbankan atau Pembiayaan.

Perbankan dan lembaga keuangan non bank di Indonesia merespon kebijakan OJK terkait pemberian restrukturisasi atau keringanan cicilan kredit. Terdapat 77 bank dan 46 perusahaan pembiayaan yang menawarkan restrukturisasi kredit.

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani bercerita, salah satu sektor yang terdampak Corona adalah penyedia jasa EO. Akibat penerapan social distancing banyak acara dibatalkan sehingga membuat bisnis EO terpukul.

Oleh karena itu, Aviliani pun menyarankan kepada pelaku industri EO untuk dapat mengajukan restrukturisasi kredit ke perusahaan financial technology (fintech). Mengapa fintech dan bukan bank atau leasing? Aviliani mengatakan bahwa saat ini banyak perusahaan jasa EO yang mencari pendanaan melalui fintech.

“Biasanya perusahaan EO kebanyakan ke fintech. Anda bisa restrukturisasi karena Anda sudah kontrak even tapi enggak jadi. Yang penting ada data-data dan bukti itu penting untuk bisa restrukturisasi,” ujar dia dalam siaran online via Instagram.

Sejumlah bank badan usaha milik negara (BUMN) menyatakan siap untuk memberikan keringanan kepada nasabah yang usahanya terdampak corona. Mulai dari nasabah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) hingga penangguhan angsuran kredit.

Kelonggaran cicilan yang dimaksud lebih ditujukan pada debitur kecil antara lain sektor informal, usaha mikro, pekerja berpenghasilan harian yang memiliki kewajiban pembayaran kredit untuk menjalankan usaha produktif mereka.

Relaksasi dengan penundaan pembayaran pokok sampai dengan 1 tahun tersebut dapat diberikan kepada debitur yang diprioritaskan. Dalam periode 1 tahun tersebut debitur dapat diberikan penundaan/penjadwalan pokok dan/atau bunga dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan ataupun asesmen bank/leasing misal 3,6,9, atau 12 bulan.

Ciri-ciri Pinjol Ilegal yang Merugikan Masyarakat

Ciri-ciri Pinjol Ilegal yang Merugikan Masyarakat

Ciri-ciri Pinjol Ilegal yang Merugikan Masyarakat

Aplikasi pinjaman online memberikan kemudahan pada masyarakat untuk mendapatkan pinjaman. Berikut ciri-ciri pinjol ilegal yang merugikan masyarakat

secret-financial.com – Aplikasi pinjaman online memberikan kemudahan serta kecepatan pada masyarakat untuk mendapatkan pinjaman. Namun, di sisi lain, tidak sedikit masyarakat yang akhirnya terjerat utang aplikasi pinjaman online. Alhasil, mereka harus segera melunasi pinjaman agar tidak di teror para penagih utang. 

Belakangan aplikasi pinjaman online marak muncul di tanah air. Berdasarkan data OJK per Februari 2019 terdapat 99 aplikasi pinjaman online legal yang beroperasi.   

Aplikasi pinjaman online ini memberikan kemudahan dan kecepatan masyarakat untuk mendapatkan pinjaman dana. Asal tahu saja, para pengelola aplikasi ini bisa memberikan pinjaman dana dalam hitungan jam. Tambah lagi, pinjaman yang mereka berikan tidak membutuhkan agunan.

Selain akses yang lebih mudah karena bisa dijangkau melalui gadget, pinjaman online melalui aplikasi fintech juga banyak diminati karena syarat yang mudah. Cukup bermodal foto diri dan kartu identitas, seseorang sudah bisa mendapatkan pinjaman tanpa agunan. Namun, di balik kemudahan tersebut, ada harga mahal yang harus dibayar peminjam. Bunga pinjaman online dipatok sangat mahal. Banyak kalangan yang akhirnya terjebak malapetaka finansial gara-gara pinjaman online.

Baca juga:

Akibatnya, jumlah masyarakat yang terjerat dalam pusaran utang pinjol ilegal semakin bertambah. Banyak diantara debitur akhirnya tidak sanggup melunasi pinjaman karena denda plus bunga yang harus dibayar semakin bertumpuk. Bahkan jauh lebih besar dari nilai pokok utang yang dipinjamnya.

Tongam L Tobing menambahkan jika dalam proses penagihan masyarakat mendapat perbuatan yang menyenangkan, teror dan sudah merugikan masyarakat bisa melaporkan ke Polisi agar diambil tindakan hukum.

“Kegiatan-kegiatan ini merupakan tindak pidana yang tidak boleh kita biarkan tentunya. Sehingga kalau semakin banyak masyarakat yang lapor ke polisi dan semakin banyak tindakan yang dilakukan oleh kepolisian dalam rangka penanganan kasus ini, kami yakin akan membuat efek jera kepada para pelaku,” terang Tongam.

Berikut ini ciri-ciri pinjol ilegal yang merugikan masyarakat:

  1. Tidak memiliki izin resmi
  2. Tidak ada identitas dan alamat kantor yang jelas
  3. Pemberian pinjaman sangat mudah
  4. Informasi bunga dan denda tidak jelas
  5. Bunga tidak terbatas
  6. Denda tidak terbatas
  7. Penagihan tidak mengenal waktu
  8. Akses ke seluruh data yang ada di ponsel
  9. Ancaman teror kekerasan, penghinaan, pencemaran nama baik, menyebarkan foto/video pribadi
  10. Tidak ada layanan pengaduan

Kalau kamu masih membutuhkan pinjaman uang, OJK menyarankan untuk mencari pinjaman dari pinjol legal yang sudah terdaftar.

Dibalik Kemudahan Pinjaman Online Bisa Saja Merugikan dan Mencekik

Dibalik Kemudahan Pinjaman Online Bisa Saja Merugikan dan Mencekik

Dibalik Kemudahan Pinjaman Online Bisa Saja Merugikan dan Mencekik

SECRET-FINANCIAL.COM – Bagi sebagian orang, masalah finansial tidak selalu mulus. Terlebih saat kebutuhan mendesak datang, tapi uang di tabungan nihil. Seiring dengan perkembangan teknologi, kini proses meminjam uang semakin dimudahkan. Ya, masalah itu sekarang bisa teratasi lewat adanya pinjol alias pinjaman online. 

Keperluan dana tambahan untuk berbagai kebutuhan makin meningkat. Hal ini tidak hanya dikarenakan bertambahnya populasi dan kebutuhan yang meningkat, melainkan juga inflasi yang tidak diikuti dengan peningkatan daya beli.

Bisa saja kemudahan pinjaman online merugikan dan mencekik kondisi keuangan Anda karena cicilan dan bunga yang sangat tinggi.
Baca juga :\

Situasi seperti ini pastinya tidak asing bagi banyak orang. Oleh karenanya banyak bermunculan layanan yang menawarkan pinjaman online dengan masa proses yang cepat.

Tak bisa dipungkiri bahwa kredit online yang marak belakangan ini memang sangat memudahkan kita. Bagaimana tidak? Prosesnya pengajuannya cukup mudah dan semuanya sudah melalui online. Dalam hitungan hari bahkan jam, pengajuan bisa disetujui dan pinjaman bisa segera digunakan.

Saat ini untuk meminjam uang tidak perlu repot-repot pergi ke bank atau perusahaan pinjaman uang online. Pasalnya, hal tersebut dapat dilakukan dengan mudah melalui online. Sudah banyak lembaga keuangan atau perusahaan pinjaman uang online yang beralih ke dunia maya untuk mempermudah konsumen menjangkau mereka. Apalagi sekarang sudah banyak yang menyediakan layanan pinjaman uang tanpa jaminan.

Kehadiran lembaga fintech di Indonesia membuat masyarakat makin mudah dalam mengajukan pinjaman. Tak perlu lagi melalui proses yang rumit dan manual, cukup buka aplikasi fintech, Anda bisa mendapatkan dana tunai secara cepat.

Namun dibalik kemudahan tersebut, utang tetaplah utang. Para debitur, tetap memiliki kewajiban untuk membayarnya kembali. Untuk itu, penting sekali mengetahui kondisi keuangan sebelum menambah utang baru.

Setelah mencari tahu rekam jejak fintech dan menghitung kemampuan bayar, baca secara detail syarat dan ketentuan pinjaman. Kemudian pastikan fintech yang dipilih menjamin kerahasiaan data Anda. Umumnya, akses yang diminta hanyalah kamera, microphone, lokasi, dan IMEI handphone.

Jangan asal ambil pinjaman online. Bisa saja kemudahan pinjaman online merugikan dan mencekik kondisi keuangan Anda karena cicilan dan bunga yang sangat tinggi. Maka survei terlebih dahulu besaran bunga dan denda yang ditawarkan.

Pinjaman Online Lagi Disorot, Soal Perlindungan Data

Pinjaman Online Lagi Disorot, Soal Perlindungan Data

Pinjaman Online Lagi Disorot, Soal Perlindungan Data

SECRET-FINANCIAL.COM – Pinjaman online peer to peer lending (P to P) kini sedang disorot masyarakat lantaran suku bunga harian yang dikenakan terbilang tinggi. Selain itu metode penagihan terhadap nasabah yang terlambat membayar cicilan juga dianggap tidak etis.

Kolektor dari pihak pemberi pinjaman suka mengintimidasi lewat telepon, whatsapp dan SMS bahkan mendatangi kediaman nasabah dengan cara kasar.

Temuan lainnya, nama baik nasabah dijatuhkan dengan cara menyebarkan pesan tertentu ke nomor kontak yang ada di ponsel nasabah.

Polisi sempat memutar rekaman penagihan debt collector financial technology (fintech). Rekaman percakapan debt collector kepada penagih membuat geram lantaran berisi caci maki dengan bahasa ‘kebun binatang’.

Perlindungan data ini pun, menjadi salah satu konsen pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan. Namun sekarang pinjaman online disorot soal perlindungan data.
Baca juga :

“Mengacu pada ketentuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), metode penagihan yang benar oleh fintech peer to peer harus dilakukan melalui desk collector.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Menteri Keuangan pun, sepakat harus ada aturan khusus untuk meningkatkan perlindungan data yang saat ini menjadi akar masalah. Pemerintah diyakini perlu membuat kebijakan berupa Undang-Undang (UU) ataupun Peraturan Menteri (Permen) terkait perlindungan data walaupun sudah ada UU ITE. 

Yang dilakukan oleh collector kita adalah memotivasi customer. Sudah bukan zamannya menagih secara kasar pakai orang berbadan gede datang ke rumah, karena langkah seperti itu tidak memberikan solusi. Kita lebih memilih menggunakan strategi win win solution kepada customer.

Pinjaman online ini memang tidak dikenai bunga dan agunan. Namun, ketika debitur mendapatkan kredit, maka akan dipotong untuk biaya administrasi. Sekarang pinjaman online disorot soal perlindungan data.

“Jadi misalnya minjam Rp 1,5 juta, maka kita yang meminjam hanya akan dapat Rp 1,2 juta. Yang Rp 300 (ribu) dianggap sebagai biaya administrasi. Kemudian, bila terlambat, ada denda. Dendanya Rp 50 ribu per hari,” ungkapnya.

Di tengah perkembangan Fintech di Indonesia yang mulai menggeliat terhadap kontribusi ekonomi Indonesia, perusahaan layanan data digital ini, terus disorotan terutama terkait perlindungan data nasabah atau pelanggannya.

Perlindungan data ini pun, menjadi salah satu konsen pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan dan berjanji segera menghadirkan undang-undang sebagai payung hukumnya. 

Cara Lapor Polisi Dalam Penagihan Pinjaman Online

Cara Lapor Polisi Dalam Penagihan Pinjaman Online

Cara Lapor Polisi Dalam Penagihan Pinjaman Online.

SECRET-FINANCIAL.COM – Namanya juga perusahaan pinjaman online (Fintech) abal-abal alias ilegal, tak ada jaminan segala bentuk operasional usahanya, termasuk cara menagih utang itu sesuai standar dan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Karena keberadaannya tak diakui pihak otoritas, artinya semua kegiatan usaha perusahaan pinjaman online ilegal ini tidak diawasi. Tak heran bila sering terjadi perlakuan semena-mena pada nasabah yang pinjam uang tunai dari aplikasi tinggal klik dan unduh di smartphone ini.

Menagih cicilan yang belum dibayarkan alias utang sah-sah aja dilakukan. Namun, kalau menagihnya disertai dengan ancaman hingga pelecehan, itu sih udah kelewat batas, bahkan kurang ajar. Contohnya ya seperti penagihan utang online oleh perusahaan financial technology (fintech) yang belakangan ini marak terjadi.

Kebanyakan pinjaman ilegal ini adalah pinjaman online. Kemudahan mengunduh aplikasi dan kecepatan memperoleh uang tunai adalah beberapa faktor mengapa banyak orang terlilit pinjaman ilegal. Ada banyak sekali kasus tentang pinjaman ilegal ini terutama di Indonesia. Cara mereka menagih hutang juga terbilang menakutkan. Jika kamu telat membayar atau bahkan tidak mampu lagi membayar bunga dan denda maka sudah jelas kamu akan diteror selama hidup.

Ada banyak sekali kasus tentang pinjaman ilegal ini terutama di Indonesia. Cara lapor polisi dalam penagihan Pinjaman Online.
Baca juga :

Bila lalai, telat bayar tagihan atau tidak melunasi utang, siap-siap hadapi teror dan ancaman pinjaman online ilegal ini. Berikut berbagai cara penagihan utang pinjaman online ilegal seperti berikut.

  1. Teror bertubi-tubi melalui panggilan telepon setiap hari
  2. Membuat grup WhatsApp yang berisi keluarga, kerabat, teman, hingga atasan kerja nasabah
  3. Diancam harus menjual ginjal hingga pelecehan seksual untuk melunasi utang
  4. Intimidasi dengan mengirim pesan singkat (SMS) ke seluruh nomor kontak yang ada ponsel
  5. Menghubungi keluarga, kerabat, teman, hingga atasan tempat kerja yang ada di dalam data kontak ponsel

Cara Lapor Polisi Dalam Penagihan Pinjaman Online.

  1. Segera datangi kantor polisi setempat
  2. Hal pertama yang kamu lakukan  adalah tidak boleh panik. Jika kamu sudah menerima ancaman dan teror segera kumpulkan bukti-bukti ancaman, teror, intimidasi atau bahkan pelecehan
  3. Sampaikan bahwa kamu akan membuat laporan tentang ancaman penagih hutang
Orang RI Pintar, Utang di Pinjaman Online Tidak di Bayar

Orang RI Pintar, Utang di Pinjaman Online Tidak di Bayar

Orang RI Pintar, Utang di Pinjaman Online Tidak di Bayar.

SECRET-FINANCIAL.COM – Maraknya fenomena pinjol ilegal membuat Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengajukan pinjaman online.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyoroti perilaku masyarakat dalam meminjam uang melalui fintech. Menurutnya jika ada masyarakat yang meminjam uang tanpa kontrol itu sudah tidak etis.

Tongam mengatakan, utang dari debitur yang berutang di 141 pinjaman online itu mencapai Rp 200 juta dan pinjaman online nya tidak di bayar.

Kehadiran Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI), memunculkan persoalan baru, yakni risiko over-indebtedness.

“Masyarakat kita itu pintar sebenarnya, pintar. Bagaimana nggak pintar, pinjaman online semalam pinjam 20 kali. Habis itu ya kalau semalam pinjam 20 kali ya etikanya sudah nggak betul ya,” kata Wimboh.

“Ada orang yang pinjam di 141 pinjaman online sekaligus, dia mengatakan tiap hari menerima 250 telepon,” ujar Tongam.

Baca juga :

Lalu karena meminjam uang terus-menerus, saat ditagih ada saja alasannya, walaupun tidak semua masyarakat berperilaku seperti itu.

“Nah otomatis kalau ditagih ya yang namanya masyarakat ya ngeles lah,” sebutnya.

Tongam mengatakan, utang dari debitur yang berutang di 141 pinjaman online itu mencapai Rp 200 juta dan pinjaman online nya tidak di bayar.

Dia pun menjelaskan, pinjaman online sebenarnya bisa menjadi bermanfaat jika masyarakat sudah bisa mengenali dan memanfaatkan dengan baik.

“Jelas dong, kalau namanya pinjam kan harus mengembalikan. Kapan mengembalikan sudah jelas, punya uang atau nggak bisa ukur sendiri dong. Kalau nggak punya kapasitas untuk pinjam sebegitu banyak, mengembalikan waktu tertentu, ya jangan,” jelasnya.

“Masyarakat terlalu banyak dijejali pinjaman online ilegal. Banyak yang menganggap pinjaman online ini ilegal, padahal ada 11,5 juta nasabah yang menikmati,” jelas dia.

Menurutnya, orang seperti itu bukannya tidak memahami masalah keuangan. Justru mereka pintar mengambil manfaat. Namun, Wimboh mengimbau agar para peminjam menghitung betul kemampuan membayarnya agar tak terlilit utang.

Tongam pun menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum bisa mencegah menjamurnya aplikasi layanan pinjaman onlie ilegal di platform Google Play, meski pihaknya mengaku telah melakukan komunikasi dengan pihak Google Indonesia.

“Tapi bagaimana ini, tapi ternyata banyak yang mendapatkan manfaat itu, yang benar-benar pinjam untuk kepentingan yang urgent dengan cepat, dengan elektronik bisa dilakukan,” tambahnya.

Tips Yang Harus Kamu Waspadai Agar Tidak Merana Karena Pinjol

Tips Yang Harus Kamu Waspadai Agar Tidak Merana Karena Pinjol

SECRET-FINANCIAL.COM Tips Yang Harus Kamu Waspadai Agar Tidak Merana Karena Pinjaman Online. Bukan rahasia bila pinjaman online alias pinjol meresahkan masyarakat. Bukan cuma perkara bunga pinjamannya yang tinggi. Lebih dari itu, cara penagihannya pun tak jauh beda dengan teror.

Sayangnya, belakangan aplikasi pinjaman online ilegal marak muncul di tanah air. Berdasarkan data OJK per Agustus 2019 terdapat 123 financial technology (fintech) peer to peer lending ilegal.

Bukan rahasia bila pinjaman online alias pinjol meresahkan masyarakat.Berikut tips yang harus kamu waspadai agar tak merana karena pinjaman online.

Bisnis seperti itu sama saja dengan melegitimasi riba. Riba dari mulai yang kecil sampai besar sama saja akan menghancurkan orang yang melakukannya. Tidak sedikit masyarakat yang akhirnya terjerat utang aplikasi pinjaman online. Alhasil, mereka harus segera melunasi pinjaman agar tidak di teror para penagih utang.

Baca juga :

Fintech lending ilegal saat ini masih berkeliaran meskipun Satgas Waspada Investasi sudah memblokir ribuan aplikasi. Hal ini karena masih banyaknya masyarakat yang terpaksa menggunakan layanan ini.

Berikut tips yang harus kamu waspadai agar tak merana karena pinjaman online:

  1. Pastikan Anda telah membaca dengan cermat  dan memahami semua ketentuan atau peraturan teknis yang telah dibuat oleh pinjol.
  2. Pastikan Anda mengetahui cara pembayaran, cara penagihan, besar denda harian, dan besar komisi bunga
  3. Jangan tergiur oleh bujuk rayu, iklan pinjol. Pastikan Anda bertransaksi dengan pinjol karena kondisi darurat.
  4. Pastikan Anda bertransaksi dengan pinjol yang sah (terdaftar OJK).
  5. Jangan pernah Anda menunggak dan melewati jatuh tempo pembayaran. Kecuali Anda ingin terjerat utang bunga berbunga yang mencekik leher.

Sekarang ini masih ada saja nasabah yang melakukan gali lubang tutup lubang dalam melunasi utangnya. Padahal cara ini tak membuat utang selesai, justru hanya membuat seseorang terbelit utang. Jadilah, nasabah pinjaman online yang cerdas dan bijak dalam mengelola utangnya hingga lunas. Maka hindarilah gali lubang tutup lubang, karena sekali terjebak di fintech ilegal maka akan sulit untuk menyelesaikan.

Bila sudah terlilit utang pinjol, janganlah di pendam yang nantinya akan menyulitkan diri sendiri. Kamu masih punya keluarga yang bisa dijadikan tempat bercerita, siapa tahu ada solusi yang diberikan oleh anggota keluarga. Mungkin juga, pihak keluarga akan membantu untuk meringankan beban utang.

Tawaran Pinjaman Online Ilegal Yang Semakin Banyak Melalui Link SMS

Tawaran Pinjaman Online Ilegal Yang Semakin Banyak Melalui Link SMS

SECRET-FINANCIAL.COM Tawaran Pinjaman Online Ilegal Yang Semakin Banyak Melalui Link SMS. Aplikasi pinjaman online memberikan kemudahan serta kecepatan pada masyarakat untuk mendapatkan pinjaman. Namun, di sisi lain, tidak sedikit masyarakat yang akhirnya terjerat utang aplikasi pinjaman online. Alhasil, mereka harus segera melunasi pinjaman agar tidak di teror para penagih utang. 

Tawaran pinjaman online ilegal semakin menjamur dan bisa datang dari mana saja, mulai dari telepon, SMS, hingga media sosial.
Baca juga :

Kebutuhan masyarakat atas penyaluran kredit yang tinggi membuat jasa fintech peer-to-peer lending (p2p) atau biasa dikenal pinjaman online (pinjol) berkembang pesat bak menjamur. Sayangnya, perkembangan tersebut juga diiringi banyaknya pinjol yang tidak memiliki izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) alias ilegal. Alhasil, banyak masyarakat yang jadi korban penipuan.

Tawaran pinjaman online ilegal semakin menjamur dan bisa datang dari mana saja, mulai dari telepon, SMS, hingga media sosial. Dengan berbagai tawaran menarik dan menggiurkan, tentu saja hal ini membuat sebagian orang justru berhasil terperangkap dan terjerumus ke dalamnya.

Aplikasi pinjaman online ini rupanya tidak selamanya bermanfaat. Karena, tidak sedikit orang yang terjerat lilitan utang lantaran gagal bayar. Saat gagal bayar terjadi, beberapa aplikasi pinjaman online melakukan penagihan dengan cara kurang mengenakkan. “Mereka menelpon teman si peminjam untuk dimintai tolong mengingatkan pembayaran utang,” katanya.

Baca juga :

Perlu diketahui bahwa terperangkap ke dalam lingkup pinjaman online ilegal tidak hanya akan membuat hidupmu menjadi berantakan, namun juga akan memberikanmu dampak yang bersifat jangka panjang, seperti tersebarnya data pribadi, terlilit hutang yang tak tahu kapan akan berakhir, hingga rasa malu dengan orang-orang terdekat.

Bila hal ini sedang terjadi pada Anda, sebaiknya segera lunasi seluruh utang tersebut. Daripada Anda harus terus menghindar dan dibuat malu oleh para penagih.

Karena ketika kamu terlilit hutang, oknum dari pinjaman online ilegal tidak hanya akan memberikanmu ‘teror’ secara pribadi, melainkan juga ‘teror’ untuk orang-orang disekitarmu. Tentu saja hal satu ini akan sangat mengganggu dan memalukan.

Ada pula perusahaan aplikasi pinjaman online yang mengirimkan debt collector untuk menagih utang.