fbpx
Waspada Tawaran Pinjaman Online Via SMS, Mengapa?

Waspada Tawaran Pinjaman Online Via SMS, Mengapa?

Aktivitas tawaran pinjaman online oleh perusahaan teknologi keuangan atau fintech ilegal kembali marak, seiring peningkatan kebutuhan dana oleh masyarakat

Secret-financial – Aktivitas tawaran pinjaman online (pinjol) oleh perusahaan teknologi keuangan atau fintech ilegal kembali marak, seiring peningkatan kebutuhan dana oleh masyarakat.

Bahkan, seringkali masyarakat menerima penawaran pinjaman online melalui pesan singkat atau SMS. 

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Adrian Gunadi mengatakan di era digital, tawaran pinjaman online melalui SMS semakin marak, apalagi di saat pandemi Covid-19 saat ini.

Baca juga: Cara Menghapus Data Pinjaman Online

Bisa dipastikan, tawaran lewat SMS ini adalah dari pelaku fintech ilegal yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

“Pelaku fintech ilegal mengincar masyarakat yang saat ini kesulitan ekonomi dan membutuhkan uang akibat pandemi untuk memenuhi kebutuhan pokok atau konsumtif. Padahal pinjaman fintech ilegal ini sangat merugikan masyarakat karena mengenakan bunga yang tinggi, jangka waktu pinjaman pendek dan mereka selalu meminta untuk mengakses semua data kontak di handphone. Ini sangat berbahaya, karena data ini bisa disebarkan dan digunakan untuk mengintimidasi saat penagihan,” ujarnya mengutip siaran persnya, Rabu (23/9/2020).

Dia pun meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan jangan mudah tergiur.

Sebenarnya, kata Adrian, fintech peer to peer lending yang sudah terdaftar di OJK dilarang untuk menawarkan produk atau promosi melalui pesan singkat SMS.

Baca juga: Orang RI Pintar, Utang di Pinjaman Online Tidak di Bayar

Hal itu, kata dia, telah diatur dalam Peraturan OJK nomor 07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan.

Dalam peraturan tersebut di pasal 19 disebutkan, Pelaku Usaha Jasa Keuangan dilarang melakukan penawaran produk dan/atau layanan kepada Konsumen dan/atau masyarakat melalui sarana komunikasi pribadi yang bersifat personal (e-mail, SMS, dan voice mail) tanpa persetujuan konsumen.

Setiap penyelenggara fintech lending anggota AFPI dalam setiap penawaran atau promosi, wajib mencantumkan atau menyebutkan nama dan logo penyelenggara serta pernyataan terdaftar di OJK. Hal ini diatur dalam Pasal 35 Peraturan OJK No.77/2016.

Bahkan dalam pasal 48 disebutkan, penyelenggara (fintech lending) wajib terdaftar sebagai anggota asosiasi yang telah ditunjuk oleh OJK, yakni AFPI.

“Selain itu dalam proses penyaluran pinjaman, fintech lending terdaftar OJK juga didukung oleh asuransi pinjaman serta menggunakan sistem credit scoring yang sudah teruji, seperti Pefindo, untuk menganalisis dan verifikasi pinjaman,” kata Adrian.

Baca juga: Sri Mulyani Sebut Sistem Logistik Nasional Seperti Benang Ruwet

Berdasarkan data dari Satgas Waspada Investasi (SWI) jumlah total fintech peer to peer lending ilegal yang telah ditangani SWI sejak tahun 2018 sampai Juni 2020 sebanyak 2.591 entitas.

Pada Juni 2020 saja, SWI menemukan 105 fintech P2P lending illegal yang menawarkan pinjaman ke masyarakat melalui aplikasi dan pesan singkat SMS di telepon genggam.

Untuk itu, lanjut dia, agar memastikan status izin penawaran produk jasa keuangan yang diterima, masyarakat dapat menghubungi Kontak OJK 157 melalui nomor telepon 157 atau layanan whatsapp 081 157 157 157 atau e-mail konsumen@ojk.go.id dan waspadainvestasi@ojk.go.id atau bisa juga mengunjungi website resmi OJK.

Hati-hati Teror Debt Collector Pinjaman Online

Hati-hati Teror Debt Collector Pinjaman Online

Penagih utang pada pinjaman online (pinjol) menerapkan rupa-rupa cara agar debitur mau membayar utangnya. Hati-hati teror Debt Collector Pinjaman Online

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Penagih utang pada pinjaman online (pinjol) menerapkan rupa-rupa cara agar debitur mau membayar utangnya. Hati-hati teror Debt Collector Pinjaman Online, ancaman verbal, menagih ke pimpinan perusahaan tempat si peminjam bekerja, hingga pelecehan seksual. Pelaporan ke kepolisian tetap tidak menghapus utang.

Akhir-akhir ini beredar pesan broadcast di media sosial facebook, twitter, maupun instagram yang kurang lebih isinya adalah keresahan masyarakat akibat diteror oleh debt collector pinjaman online. Teror tersebut dikirimkan melalui pesan singkat (SMS). Teror SMS Debt Collector Pinjol ini kini semakin meresahkan masyarakat dengan banyaknya laporan yang beredar di media sosial

Saat terlambat bayar tagihan atau bahkan belum mampu lunasi utang karena bunga tinggi dan denda, berbagai teror dan ancaman dilontarkan hingga hal-hal tak senonoh dihunjamkan ke nasabah. Takut dan bingung, bahkan ada yang berakhir mengenaskan.

“Akan membuat kalian dipecat, dipermalukan, bercerai, bangkrut, bahkan bunuh diri hingga utang dilunasi! Semua gerakan kalian percuma untuk memberantas pinjaman online. Karena kita debt collector (DC) akan membuat kalian terpuruk. Percuma lapor. OJK pun menerima uang dari kita.”.

Celakanya, SMS bernada ancaman tersebut ternyata dikirimkan ke teman-teman si peminjam. Jadi, si peminjam membuka akun aplikasi pinjol, kemudian meminjam sejumlah uang. Manakala tidak bisa membayar hutang tersebut, debt collector beraksi dengan mengirimkan pesan singkat (SMS) bernada ancaman ke seluruh kontak yang ada di handphone si peminjam.

Bila lalai, telat bayar tagihan atau tidak melunasi utang, Hati-hati teror Debt Collector Pinjaman Online ilegalo ini.

  1. Menghubungi keluarga, kerabat, teman, hingga atasan tempat kerja yang ada di dalam data kontak ponsel
  2. Menyebar foto nasabah hingga foto-foto berbau pornografi bila ada di dalam ponsel nasabah ke semua kontaknya.
  3. Intimidasi dengan mengirim pesan singkat (SMS) ke seluruh nomor kontak yang ada ponsel
  4. Intimidasi dengan kata-kata caci maki tak pantas dan pelecehan
  5. Diancam harus menjual ginjal hingga pelecehan seksual untuk melunasi utang
  6. Teror bertubi-tubi melalui panggilan telepon setiap hari
  7. Membuat grup WhatsApp yang berisi keluarga, kerabat, teman, hingga atasan kerja nasabah
Baca juga : Tips Tidak Diteror Debt Collector Pinjol
OJK Tidak Bisa Mengatasi, Polisi Turun Tangan Atasi Fintech Ilegal

OJK Tidak Bisa Mengatasi, Polisi Turun Tangan Atasi Fintech Ilegal

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Polisi membongkar praktik financial technology (fintech) atau pinjaman online ‘Vega Data’ di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Dalam kasus ini, polisi menangkap seorang WN China selaku bos hingga debt collector. OJK tidak bisa mengatasi, Polisi turun tangan atasi Fintech Ilegal.

Di lantai pertama terdapat sebuah lobi dengan tulisan PT Vega Data yang cukup besar. Sementara untuk lantai dua dan tiga kantor tersebut berisi puluhan komputer yang digunakan sebagai call center, analisis data, dan segala kegiatan perusahaan tersebut.

Dalam menjalankan aksinya, Budhi menyebut para tersangka menggunakan kedok yang berbeda-beda. Selain Vega Data, pengelola menggunakan satu nama perusahaan lain untuk memuat aplikasi pinjaman online ini.

Baca juga : Tips Tidak Diteror Debt Collector Pinjol

Yang pertama adalah PT BR. PT BR ini yang digunakan untuk menciptakan, membuat aplikasi cara meminjam online ini. Ada sepuluh aplikasi yang sudah ditutup.

“Kenapa ilegal? Karena tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga pengawas terhadap kegiatan-kegiatan keuangan,” kata Kapolres Jakarta Utara di Jakarta.

Polisi telah menangkap 3 orang tersangka yakni seorang WN China bernama Mr Lie selaku direksi dan 2 WNI berinisial DS sebagai debt collector dan AR sebagai supervisor. Ketiganya ditangkap di ruko kawasan Pluit Village, Jakarta Utara.

PT VD (Vega Data) ini bertugas untuk meng-collect tagihan-tagihan ataupun utang-utang nasabah yang diakibatkan tadi oleh PT BR. Artinya dua perusahaan ini berafiliasi. Vega Data memiliki 76 karyawan, termasuk HRD, supervisor, hingga debt collector. Mereka, selain mendapat gaji, juga dapat bonus apabila mereka berhasil menagih data atau uang dari nasabah.

Dalam kasus ini, polisi menangkap seorang WN China selaku bos hingga debt collector. OJK tidak bisa mengatasi, Polisi turun tangan atasi Fintech Ilegal.
Baca juga : Stop Bayar Pinjaman Online

Sejumlah karyawan perusahaan itu juga melakukan tindak pidana lain, yakni melakukan pengancaman, penyebaran fitnah melalui sarana elektronik hingga tindak pidana perlindungan konsumen.

“Mereka mengirimkan SMS ke beberapa nomor secara acak, dengan pesan ajakan atau tawaran untuk meminjam uang secara ‘online’ tanpa adanya agunan dan sebagainya,” kata Kapolres.

“Nanti kalau penerima SMS tertarik, silakan meng-klik tautan yang ada di situ. Begitu di-klik maka akan masuk ke aplikasi mereka, di mana di aplikasi mereka akan meminta data pribadi, nomor KTP, NPWP dan sterusnya,” katanya.

Saat ini, status para karyawan itu sebagai saksi karena mereka bekerja berdasarkan perintah pimpinan. Namun pemeriksaan mendalam masih dilakukan terhadap para karyawan tersebut.

Polisi turun tangan atasi Fintech Ilegal. Selain itu polisi juga mengamankan barang bukti puluhan prosesor komputer dan laptop hingga ratusan nomor telepon dari berbagai operator seluler.

Stop Bayar Pinjaman Online

Stop Bayar Pinjaman Online

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Siapa saja yang telah terjebak dengan jeratan fintech ilegal stop bayar pinjaman online. Bukan pula sebuah upaya yang mudah untuk dapat membalikkan keadaan di tengah jaman dimana individualisme dan sikap introvert telah mulai menghinggapi karakter masyarakat disaat sekarang ini. 

Apabila Anda perhatikan di berbagai forum online, ada cukup banyak masyarakat yang mengeluhkan beban utang yang sudah terlanjur menumpuk dan mulai depresi akibat dikejar-kejar oleh tenaga penagih utang alias debt collector.

Baca juga : Tips Tidak Diteror Debt Collector Pinjol

Oleh karenanya solusi yang paling tepat saat ini bagi yang mengalami permasalahan seperti di atas adalah “HENTIKAN”, alias gagal bayar. Bagaimanapun alasan, bentuk dan tujuannya, jika aktifitas peminjaman tersebut telah merenggut ketenangan hidup maka harus segera dihentikan. Jadi STOP BAYAR PINJAMAN ONLINE/TIDAK PERLU DIBAYAR.

Stop bayar pinjaman online.solusi yang paling tepat saat ini bagi yang mengalami permasalahan seperti di atas adalah "HENTIKAN", alias gagal bayar.

Maka siapkan mental yang kuat, benahi ekonomi yang hancur, bangun strategi, gali wawasan tentang hukum dan dekatkan diri pada Tuhan.

Ini adalah sebuah pelajaran berharga yang harus ditebus dengan mahal untuk sebuah kesalahan langkah dalam pengambilan keputusan di awal kejadian.  Namun pasti ada hikmah baik di balik semua hal yang tidak menyenangkan.

Bersikap baper, stres, marah dan melakukan perlawanan terhadap nasib yang sedang terjadi, lalu berujung melakukan tindakan kurang baik adalah bukan cara dan solusi yang bijak.

Jika Anda tidak membayar pinjaman online :
  1. Perusahaan pinjaman online akan melakukan reminder dalam bentuk SMS dan E-Mail sebelum tanggal jatuh tempo pembayaran pinjaman.
  2. Perusahaan pinjaman online meningkatkan intensitas SMS dan email menjelang dan pada jatuh tempo pembayaran dengan cara kasar bahkan sampai pelecehan.
  3. Proses penagihan yang lebih intens dilakukan melalui telepon dengan menghubungi peminjam, kantor, teman atau saudara dekat peminjam. Dengan cara terror dan fitnah seperti Pelarian Uang Perusahaan, Maling, Kabur dan Lari dari Tanggung Jawab.
  4. Telepon sering tidak diangkat, nomer telepon sudah tidak bisa dihubungi atau tidak ada kontak lain yang bisa memberikan informasi, proses penagihan akan menggunakan kunjungan ke nasabah. Kunjungan bisa ke kantor atau rumah peminjam.
  5. Jika semua upaya penagihan diatas tidak berhasil, perusahaan pinjaman online umumnya memindahkan penagihan ke pihak ketiga yang spesialisasi di Collection
Cara Menghapus Data Pinjaman Online

Cara Menghapus Data Pinjaman Online

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Artikel ini menjelaskan cara menghapus data pinjaman online. Perkembangan teknologi internet telah banyak memudahkan kita dalam beraktivitas dan memenuhi berbagai kebutuhan. Mulai dari aktivitas berbelanja yang bisa dilakukan cukup dari gadget di tangan, aktivitas membayar berbagai tagihan rutin yang bisa dilakukan dari mana saja, dan lain sebagainya.

Hal inilah yang kemudian mendorong untuk mengambil alternatif mengenal dan memanfaatkan pinjaman online (fintech) yang pada saat awal Januari 2019 itu lagi booming dan banyak diiklankan di berbagai media sosial.

Baca juga : Tips Tidak Diteror Debt Collector Pinjol

Cukup mengunduh aplikasi dan memenuhi persyaratan peminjaman, seseorang sudah bisa langsung mendapatkan pinjaman uang tunai. Selain aksesibilitas yang lebih mudah karena hanya melalui gadget, pinjaman online marak diminati karena acapkali memasang persyaratan yang sangat mudah. Umumnya, seseorang cukup memberikan bukti identitas dan foto diri dan bisa langsung mendapatkan pinjaman yang dia butuhkan.

Cara Menghapus Data Pinjaman Online

Artikel ini menjelaskan cara menghapus data pinjaman online. Perkembangan teknologi internet memudahkan kita dalam memenuhi berbagai kebutuhan.

Bagaimana cara menghapus data pribadi di pinjaman online ? Apakah bisa menghapus data kontak dari pinjaman online ?

Ini pertanyaan yang kerap muncul setelah kasus pinjol marak belakangan ini. Salah satunya adalah akses data pribadi yang ugal-ugalan dan tidak jarang KTP disalahgunakan pinjaman online.

Sebelum membahas cara hapus data pribadi atau data kontak di pinjol, perlu diingat bahwa kasus akses data pribadi terjadi terutama di Fintech ilegal atau pinjaman online yang tidak terdaftar resmi di OJK.

Jadi, langkah preventif paling utama adalah tidak mengajukan pinjaman online ke Fintech Ilegal . Hanya pinjam uang ke fintech yang terdaftar di OJK, untuk penghapusan data di pinjaman online sulit untuk di lakukan karena mereka sudah punya data anda yang otomatis tersimpan di server Aplikasi pada saat anda.

Cara Melindungi Kontak dan Data di Pinjaman Online

  1. Settings/Pengaturan > Aplikasi > lalu cari aplikasi pinjaman online yang ada di hp Anda > izin >dan non-aktifkan semua
  2. Ganti nomor SIM card.
  3. Ganti nomor WhatsApp.
  4. Selalu off-kan GPS.
  5. FB/IG/atau aplikasi media sosial lain yang menyangkut ke koneksi jangan sangkutpautkan/share dengan nomor yang baru.

Google juga berperan penting nih untuk membantu kamu menghapus jejak dari internet. Kalau kamu merasa ingin privasi lebih, kamu bisa meminta Google untuk menghapus data-data pribadimu dari internet. Kamu memang harus mengisi beberapa pernyataan dan pertanyaan, tapi kalau kamu benar-benar mantap untuk menghilang dari internet, hal ini pas banget untuk dilakukan.

Fintech Tidak Akan Bertahan Lama

Fintech Tidak Akan Bertahan Lama

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Di tengah kemajuan teknologi yang pesat, financial technology alias fintech muncul ke permukaan. Fintech menjadi alternatif baru masyarakat di sektor keuangan selain perbankan tapi Fintech tidak akan bertahan lama.

Indonesia sempat dihebohkan dengan beredarnya iklan yang melecehkan seorang perempuan untuk melunasi utang di perusahaan teknologi finansial atau fintech lending ilegal. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) koordinasi dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Peminjam pada saat melakukan proses peminjaman seharusnya sadar karena telah menyepakati persyaratan yang diajukan meskipun beberapa dintaranya tidak masuk akal misal bunga yang dikenakan per hari.

Di tengah kemajuan teknologi yang pesat Fintech menjadi alternatif baru masyarakat di sektor keuangan selain perbankan tapi Fintech tidak akan bertahan lama
Baca juga : Tips Tidak Diteror Debt Collector Pinjol

Meski begitu, ia mengecam tindakan fintech ilegal yang menjadikan foto penggunanya tanpa izin. Apalagi, data itu kemudian digunakan untuk membuat meme iklan yang isinya seolah peminjam rela menjual dirinya guna melunasi utang di pinjol.

Kami mengecam keras fintech illegal tersebut, karena tindakan yang tidak manusiawi. Kami telah berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi, untuk kemudian akan ditindaklanjuti oleh pihak berwajib.

Fintech harus berkolaborasi dengan perbankan dan e-commerce sehingga dapat membentuk ekosistem yang memanjangkan umur fintech itu sendiri. Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), juga diminta membuat kebijakan yang bisa mendukung eksistensi fintech. “Selain itu, kebijakan BI dan OJK perlu diatur segera mungkin agar dapat memenuhi kebutuhan fintech di masa depan.

Kasus tersebut masuk ranah hukum, minimal terkait pencemaran nama baik. Karena itu, ia mengimbau peminjam fintech ilegal untuk melapor ke kepolisian jika merasa dirugikan.

Fintech pinjaman ilegal itu tidak ada yang mengawasi, karena tak tunduk pada aturan atau kaidah apapun. Sehingga penanganan dan pemberantasannya melalui Satgas Waspada Investasi. Dalam hal ini OJK selaku koordinatornya.

Dalam catatan akhir tahun fintech illegal tersebut tidak akan bertahan lama kehadirannya apabila tidak memiliki ekosistem yang mendukung.

Tips Tidak Diteror Debt Collector Pinjol

Tips Tidak Diteror Debt Collector Pinjol

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Pinjaman online sekarang ini sudah berkembang cukup pesat. Tujuan pinjaman online cukup sederhana untuk kebutuhan hidup atau hanya untuk pergi ke mall tapi pasti kalian tidak pernah memikirkan besarnya bunga tenor dan pinjaman yang hanya mingguan. Saya akan kasih tips tidak diteror debt collector pinjol.

Aplikasi pinjol memiliki akses terhadap data aplikasi lain yang populer. Kemungkinan aplikasi pinjol tersebut membutuhkan data dari aplikasi lain sebagai informasi tambahan untuk menjadi dasar keputusan pemberian pinjaman.

Yang menjadi masalah utama adalah pengelolaan dan perlindungan data pelanggan pinjol tersebut yang sangat ceroboh. Sehingga data tersebut dapat diakses oleh public.

Ketika kalian diminta izin kontak,gambar,di saat itulah HP kalian di sadap. Saya akan kasih tips tidak diteror debt collector pinjol.
Baca juga : Intimidasi Debt Collector Pinjaman Online

Ketika kalian diminta izin kontak,gambar dll. Di saat itulah HP kalian di sadap. Semua kontak HP , Gambar di Gallery kalian. Tapi semua itu hanya untuk jaminan , Jika kalian tidak membayarkan uang tepat waktu semua kontak kalian akan Di telfon atau bisa dibilang sebar data.

Kalau kamu termasuk debitur pinjol ilegal yang saat ditagih menerima ancaman, dilecehkan, diteror, dan menerima perlakuan tidak menyenangkan lainnya, mungkin sudah saatnya kamu membuat laporan ke polisi.

Syarat untuk membuat laporan ke kantor polisi :

Ketika kalian diminta izin kontak,gambar,di saat itulah HP kalian di sadap. Saya akan kasih tips tidak diteror debt collector pinjol.
  1. Bawa kartu identitas
  2. Ceritakan kronologis kejadian
  3. Jangan cuma ngemeng, perkuat dengan bukti

Untuk memperkuat laporan yang kamu buat, jangan lupa sertakan bukti rekaman pembicaraan telepon, tangkapan layar (screenshot) percakapan, email, atau bukti lainnya yang bisa menunjukkan ancaman, pelecehan, dan terror dari pihak pinjol ilegal.

Tips Tidak Diteror Debt Collector Pinjol :

Gunakan Hp yang Tidak ada Kontak

Bukan tidak ada kontak sama sekali tapi isilah kontak kalian dengan nomor-nomor asal atau dengan menambahkan nomor Polisi, OJK , KOMINFO, Tentara. Minimal isi 100 atau 200 kontak di hp kalian. Karena jika kalian mendaftar dengan kontak kalian yang ada nomor keluarga & teman jika kalian telat membayar. Malu sudah karna hampir 90% Sebar data Lewat Telfon maupun SMS/Whatsapp.

Hapus Gambar

Pinjol bisa mengakses gambar kalian , Bahkan gambar berdua saat malam hari pun bisa dilihat oleh pihak pinjol karena kalian sudah mengizinkanmereka mengakses gallery.

Ganti IMEI 

Mau ganti IMEI atau tidak yang pasti jika kalian telat/nunggak IMEI kalian sudah di sadap oleh pihak Pinjol , jadi jika kalian melakukan pinjaman ke apk lain kemungkinan acc mungkin hanya 10% . Dan untuk kalian yang belum pinjam sama sekali tapi belum pernah acc coba ganti IMEI kalian.

Sungguh Mengerikan Debt Collector Pinjaman Online

Sungguh Mengerikan Debt Collector Pinjaman Online

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Penagihan utang online oleh perusahaan financial technology (fintech) yang belakangan ini marak terjadi, menagih cicilan yang belum dibayarkan alias utang sah-sah aja dilakukan. Namun, kalau menagihnya disertai dengan ancaman hingga pelecehan, itu sih udah kelewat batas, bahkan kurang ajar yang dilakukan debt collector pinjaman online.

Cara penagihan yang mengintimidasi dan mempermalukan para peminjam. Salah satu korban mengaku diintimidasi dengan disuruh debt collector untuk menjual diri. Korban lainnya ada yang berencana menjual ginjal untuk membayar utangnya, bahwa debt collector pinjaman online begitu kasar dalam menagih utang.

Penagihan utang online menagihnya disertai dengan ancaman hingga pelecehan, bahkan kurang ajar yang dilakukan debt collector pinjaman online.

Prosedur pinjol tidak ribet. Menurutnya, saat itu ia cukup mengirimkan fotokopi Kartu Tanpa Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Tak butuh waktu lama, sejumlah dana yang diinginkan sudah cair.

Rupanya pinjamannya tersebut terpotong biaya administrasi yang cukup besar. Jika menunggak utang online akan dihubungi debt collector yang lama kelamaan suka mengancam hingga meneror.

Mulai diteror penagih dari perusahaan aplikasi pinjol. Tindakan penagihan mulai dari yang sifatnya reminder sampai dengan intensif agar dirinya membayar kewajiban.

Tidak hanya itu, debt collector juga menyebarkan pesan ke seluruh orang di kantornya. Pesan itu seakan-akan dirinya melakukan pencurian atau penggelapan uang sebuah perusahaan.

Sebenarnya pinjaman online ini bisa jadi merugikan negara. Sebab, banyak transaksi pinjaman online ini banyak yang tidak dilaporkan ke negara. ”Padahal, seharusnya ada semacam pajak atau pendapatan negara dalam transaksi itu.

Baca juga : Jalan Keluar Bebas Jeratan Utang Pinjol

Penagihan utang online kadang disertai dengan kekerasan dan tindakan penyitaan secara paksa. Usut punya usut, ternyata perbuatan menyita barang-barang sebagai ganti utang adalah perbuatan melanggar hukum.

Perbuatan tersebut bisa dikenakan pasal pidana. Pertama, Pasal 362 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pencurian. Berdasarkan ketentuan tersebut, maka pidana denda yang diatur dalam Pasal 362 KUHP menjadi paling banyak Rp. 900.000,-

Penagihan utang online yang gak wajar juga bisa kamu adukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebagai lembaga yang mengawasi kegiatan di jasa keuangan, OJK berwenang dalam menangani persoalan debitur yang dapat perlakuan gak menyenangkan dari debt collector pinjaman online.

Baca Ini Jika Anda Tidak Mampu Bayar Pinjol

Baca Ini Jika Anda Tidak Mampu Bayar Pinjol

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Kehadiran pinjol atau pinjaman online bisa memberikan efek yang positif dan negatif. Efek negatifnya ternyata banyak dirasakan oleh para pengguna jika tidak mampu bayar pinjol.

Fintech pinjaman alias rentenir online memiliki bunga yang mencekik pengguna layanan tersebut. Satuan tugas waspada investasi menyebut, pinjol abal-abal bisa mengenakan bunga pinjaman 4%-7% setiap harinya dengan jangka waktu yang tidak terbatas.

Bila masyarakat sudah terlanjur meminjam, jika Anda tidak mampu bayar pinjol tersebut, Satgas Waspada Investasi menyarankan untuk mengajukan restrukturisasi pinjaman.

Jika selama ini Anda menanggung beban utang ini sendirian, tidak ada salahnya Anda menceritakan hal ini dengan keluarga Anda. Siapa tahu keluarga Anda memiliki sebuah solusi atau Anda mendapat semangat untuk melunasi utang Anda. Bercerita sebenarnya sangat penting bagi psikologis Anda, sehingga Anda tidak terbebani pikiran ini sendirian.

Jika dalam proses penagihan masyarakat mendapat perbuatan yang tidak menyenangkan, teror dan sudah merugikan masyarakat bisa melaporkan ke Polisi agar diambil tindakan hukum.

Sebaiknya masyarakat jangan pernah tergoda dengan iming-iming proses pencairan kredit yang cepat dan bunga yang rendah. Karena hal tersebut hanya janji-janji belaka.

Apalagi jika gali lubang tutup lubang sudah dilakukan. Hal ini sudah dipastikan akan menyiksa diri pengguna dan orang-orang terdekatnya karena teror yang dilakukan oleh pihak penagih.

Karena hal ini akan sama saja dengan gali lubang dan tutup lubang. Utang yang ada saja sudah membuat Anda kesulitan, jangan sampai menambah utang baru dan membuat Anda semakin kesulitan.

Kehadiran pinjol bisa memberikan efek yang positif dan negatif. Efek negatifnya ternyata banyak dirasakan oleh para pengguna jika tidak mampu bayar pinjol.
Baca juga : Jalan Keluar Bebas Jeratan Utang Pinjol

Kemudahan pinjol ini membuat Anda terlena untuk menambah utang yang baru. Anda sebaiknya stop berutang atau mencari pinjaman baru apalagi jika digunakan untuk menutupi utang yang Anda miliki saat ini.

Masyarakat juga harus waspada jika mendapatkan penawaran pencairan pinjaman yang sangat mudah, Mereka mengakses kontak kita, galeri kita dan mengancam kita. Bunga dan administrasi besar sekali. Jadi tolong jangan pinjam di fintech pinjol ilegal, pasti sangat menyiksa

Jalan Keluar Bebas Jeratan Utang Pinjol

Jalan Keluar Bebas Jeratan Utang Pinjol

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Salah satu ciri pinjaman online adalah proses yang mudah dan keputusan kredit yang cepat dalam hitungan menit. Namun, cara ini memiliki resiko tidak bayar pinjaman online yang tidak kecil sehingga perlu penagihan. Saya akan kasih jalan keluar bebas jeratan utang pinjol.

Karena itu, jika tertarik mengambil kredit online atau KTA online sebaiknya paham bagaimana praktek collection di Fintech. Tujuannya supaya mengerti sejak awal konsekuensi jika pinjaman online macet di Fintech.

1. Akses Data Telpon via Aplikasi

Peminjaman online dilakukan melalui media aplikasi yang harus diunduh oleh calon nasabah. Selain untuk alasan kemudahan dan kecepatan, aplikasi tersebut sebenarnya digunakan pula untuk proses penagihan.

Cara ini memiliki resiko tidak bayar pinjaman online yang tidak kecil sehingga perlu penagihan. Saya akan kasih jalan keluar bebas jeratan utang pinjol.

Salah satunya adalah penagihan kepada keluarga, teman atau pihak lain, yang kontaknya tercatat dalam telpon nasabah yang mengambil pinjaman dan menunggak.

2. Menjadi Stres

Ketika tagihan utang tidak bisa lagi terbayarkan, denda dan bunga akan tetap terus berjalan. Belum lagi setiap harinya pihak penyelenggara menghubungi Anda untuk mengingatkan membayar utang. Situasi seperti ini tentunya hidup tidak bisa nyaman lagi.

3. Kunjungan ke Rumah dan Kantor

Dalam kondisi nasabah kabur dari pinjaman online, langkah yang terpaksa diambil adalah melakukan kunjungan ke kantor, lokasi usaha dan rumah nasabah untuk melakukan penagihan pinjaman.

Penagihan melalui kunjungan langsung kepada Peminjam yang gagal melunasi utang di lokasi usaha, tempat tinggal atau tempat lain dari Peminjam. Artinya tim penagih utang Aplikasi  akan mendatangi Peminjam di tempat tinggal atau lokasi usahanya untuk ditagih hutangnya secara langsung;

4. Hindari Gali Lubang Tutup Lubang

Sekarang ini masih ada saja nasabah yang melakukan gali lubang tutup lubang dalam melunasi utangnya. Padahal cara ini tak membuat utang selesai, justru hanya membuat seseorang terbelit utang. 

OJK mengizinkan para debitur pinjol illegal melakukan ini untuk jalan keluar bebas jeratan utang pinjol:

1. Restrukturisasi pinjaman

kalau kamu sudah terlanjur meminjam dan tidak mampu membayar saat jatuh tempo maka bisa melakukan restrukturisasi pinjaman.

2. Minta pengurangan bunga

Ini juga bisa dilakukan oleh masyarakat sehingga ada kemungkinan bisa membayar sesuai dengan kemampuan bayar

3. Lapor polisi

Apabila kamu sudah berupaya meminta dua keringanan tersebut tetapi tidak dikabulkan oleh pihak pinjol ilegal, maka cara terakhir yang bisa dilakukan adalah dengan melaporkannya ke polisi.

Ngeri! Fintech Ilegal Lakukan Pelecehan Seksual

Ngeri! Fintech Ilegal Lakukan Pelecehan Seksual

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Keberadaan fintech ilegal masih meresahkan banyak masyarakat yang menjadi korban pinjaman online dan mendapat pengalaman tak menyenangkan dari para penagih utang dengan lakukan pelecehan seksual.

Sebuah iklan beredar dan menjadi viral. Dalam iklan tersebut, seorang perempuan bernama Darsiani memberi tawaran mengejutkan dengan rela digilir seharga Rp 800 ribu demi melunasi utang di aplikasi fintech illegal.

Pembuatan iklan penjajaan diri sebagai cara penagihan yang diduga dilakukan oleh debt collector adalah pelanggaran kode etik yang menjadi tanggung jawab fintech.

Fintech harus mematuhi  keputusan Kapolri tentang tatacara penagihan yg bisa disamakan debt collector penagihan berdasarkan fidusia.

Tujuannya fintech ilegal lakukan pelecehan seksual untuk mempermalukan korban sehingga dapat segera melunasi utangnya ke fintech tersebut tapi cara penagihan utang dengan melecehkan dan mempermalukan korban bukan yang pertama kalinya.

OJK dan polisi serta pihak lainnya harus melakukan tindakan preventif atas korban investasi/fintech ilegal ini.

Banyak korban yang akhirnya dipecat dari perusahaannya, diceraikan suami atau istrinya, dan bahkan mengalami trauma. Selain itu, ada beberapa korban yang bunuh diri lantaran depresi tak bisa melunasi pinjaman beserta bunga tinggi dari fintech ilegal. 

Cara penagihan utang ala fintech ilegal ini memang merambah ranah privasi. Bahkan, tercatat ada salah satu fintech ilegal di Google Play Store yang menyalahgunakan ribuan data pengguna dari aplikasi Go-Jek, Grab, dan Tokopedia.

Keberadaan fintech ilegal masih banyak yang menjadi korban pinjaman online dan mendapat ancaman dari para penagih utang dengan lakukan pelecehan seksual.
Baca juga : Orang Utang di 141 Fintech Kena Teror Debt Collector

Aplikasi pinjaman online ini rupanya tidak selamanya bermanfaat. Karena, tidak sedikit orang yang terjerat lilitan utang lantaran gagal bayar. Saat gagal bayar terjadi, beberapa aplikasi pinjaman online melakukan penagihan dengan cara kurang mengenakkan. “Mereka menelpon teman si peminjam untuk dimintai tolong mengingatkan pembayaran utang,” katanya.

Ada pula perusahaan aplikasi pinjaman online yang mengirimkan debt collector untuk menagih utang.

Bagian desk collection dari pihak penyelenggara fintech tempat Anda mengajukan pinjaman akan terus menerus menghubungi via telepon hingga tagihan dibayar. Terkandang muncul rasa takut ketika ada nomor telepon baru yang menghubungi sehingga tak ingin untuk menerima telepon tersebut.dan juga sangat mengganggu keseharian Anda dalam beraktivitas serta merasa tidak nyaman.

Tips & Trik Pinjaman Online

Tips & Trik Pinjaman Online

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Saya akan kasih Tips & Trik Pinjaman Online karena munculnya pinjaman online disambut hangat oleh masyarakat. Karena, jasa layanan pinjaman uang secara online berbasis aplikasi ini sangat mudah diakses.

Untuk meminjam sejumlah uang, pengguna tidak memerlukan persyaratan yang ribet apalagi survei hanya dengan mengisi formulir lewat handphone pinjaman pun dapat cair dengan cepat tapi seluruh nomor yang ada di phonebook akan dihubungi terkadang dengan kata-kata kasar, melecehkan, bahkan mengintimidasi jika telat membayarnya.

Trik Pinjaman online yang perlu diperhatikan dalam :

  1. Tentukan nominal pinjaman yang dibutuhkan
  2. Lakukan pengecekan secara ulang perhitungan dari nominal pinjaman
  3. Tunggulah konfirmasi dari situs penyedia pinjaman secara online
  4. Lakukan sebuah simulasi pinjaman
  5. Tentukan situs pinjaman online terpercaya
Tips & Trik Pinjaman Online karena munculnya pinjaman online disambut hangat oleh masyarakat. pinjaman uang secara online ini sangat mudah diakses.
Baca juga : Ini Cara Pinjol Dapatkan Data

Hal pertama yang harus kamu lakukan agar aman ketika akan bertransaksi lewat fintech P2P lending yaitu cari perusahaan yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK telah menerbitkan aturan untuk fintech yaitu POJK No.77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI).

Agar Anda tidak kena tipu, inilah ciri-ciri penipuan berkedok P2P lending sesuai petunjuk OJK:

  • Minta informasi pribadi secara berlebihan

Waspadalah jika perusahaan menanyakan hal-hal yang sifatnya privasi seperti pin atau password rekening bank. Informasi yang sifatnya aman diberikan untuk mengajukan pinjaman adalah nama, alamat email, nomor KTP, dan nomor telepon.

  • Syarat terlalu mudah

Biasanya syarat mengajukan pinjaman di P2P lending memang terbilang lebih mudah daripada pinjaman konvensional. Oknum yang berniat menipu biasanya mengabaikan histori kredit penerima pinjaman sehingga terkesan mudah dan cepat.

  • Kreditur mengejar-ngejar atau memaksa

Pemberi pinjaman alias kreditur biasanya akan bersikap lebih antusias daripada si peminjam. Mereka akan terkesan mengejar-ngejar dan memaksa. Namun, ada juga peminjam yang berusaha bersikap wajar ketika peminjam berupaya menanyakan informasi. Barulah ketika proses follow up mereka mulai mengeluarkan jurus rayuan. Bahkan, terdapat iming-iming bonus serta fasilitas berlebihan dan tak masuk akal.

  • Minta uang muka

Biasanya mereka akan memberikan alasan untuk memudahkan proses administrasi. Padahal hal tersebut merupakan motif penipuan.