fbpx
Cara Lapor Polisi Dalam Penagihan Pinjaman Online

Cara Lapor Polisi Dalam Penagihan Pinjaman Online

Cara Lapor Polisi Dalam Penagihan Pinjaman Online.

SECRET-FINANCIAL.COM – Namanya juga perusahaan pinjaman online (Fintech) abal-abal alias ilegal, tak ada jaminan segala bentuk operasional usahanya, termasuk cara menagih utang itu sesuai standar dan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Karena keberadaannya tak diakui pihak otoritas, artinya semua kegiatan usaha perusahaan pinjaman online ilegal ini tidak diawasi. Tak heran bila sering terjadi perlakuan semena-mena pada nasabah yang pinjam uang tunai dari aplikasi tinggal klik dan unduh di smartphone ini.

Menagih cicilan yang belum dibayarkan alias utang sah-sah aja dilakukan. Namun, kalau menagihnya disertai dengan ancaman hingga pelecehan, itu sih udah kelewat batas, bahkan kurang ajar. Contohnya ya seperti penagihan utang online oleh perusahaan financial technology (fintech) yang belakangan ini marak terjadi.

Kebanyakan pinjaman ilegal ini adalah pinjaman online. Kemudahan mengunduh aplikasi dan kecepatan memperoleh uang tunai adalah beberapa faktor mengapa banyak orang terlilit pinjaman ilegal. Ada banyak sekali kasus tentang pinjaman ilegal ini terutama di Indonesia. Cara mereka menagih hutang juga terbilang menakutkan. Jika kamu telat membayar atau bahkan tidak mampu lagi membayar bunga dan denda maka sudah jelas kamu akan diteror selama hidup.

Ada banyak sekali kasus tentang pinjaman ilegal ini terutama di Indonesia. Cara lapor polisi dalam penagihan Pinjaman Online.
Baca juga :

Bila lalai, telat bayar tagihan atau tidak melunasi utang, siap-siap hadapi teror dan ancaman pinjaman online ilegal ini. Berikut berbagai cara penagihan utang pinjaman online ilegal seperti berikut.

  1. Teror bertubi-tubi melalui panggilan telepon setiap hari
  2. Membuat grup WhatsApp yang berisi keluarga, kerabat, teman, hingga atasan kerja nasabah
  3. Diancam harus menjual ginjal hingga pelecehan seksual untuk melunasi utang
  4. Intimidasi dengan mengirim pesan singkat (SMS) ke seluruh nomor kontak yang ada ponsel
  5. Menghubungi keluarga, kerabat, teman, hingga atasan tempat kerja yang ada di dalam data kontak ponsel

Cara Lapor Polisi Dalam Penagihan Pinjaman Online.

  1. Segera datangi kantor polisi setempat
  2. Hal pertama yang kamu lakukan  adalah tidak boleh panik. Jika kamu sudah menerima ancaman dan teror segera kumpulkan bukti-bukti ancaman, teror, intimidasi atau bahkan pelecehan
  3. Sampaikan bahwa kamu akan membuat laporan tentang ancaman penagih hutang
Orang RI Pintar, Utang di Pinjaman Online Tidak di Bayar

Orang RI Pintar, Utang di Pinjaman Online Tidak di Bayar

Orang RI Pintar, Utang di Pinjaman Online Tidak di Bayar.

SECRET-FINANCIAL.COM – Maraknya fenomena pinjol ilegal membuat Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengajukan pinjaman online.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyoroti perilaku masyarakat dalam meminjam uang melalui fintech. Menurutnya jika ada masyarakat yang meminjam uang tanpa kontrol itu sudah tidak etis.

Tongam mengatakan, utang dari debitur yang berutang di 141 pinjaman online itu mencapai Rp 200 juta dan pinjaman online nya tidak di bayar.

Kehadiran Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI), memunculkan persoalan baru, yakni risiko over-indebtedness.

“Masyarakat kita itu pintar sebenarnya, pintar. Bagaimana nggak pintar, pinjaman online semalam pinjam 20 kali. Habis itu ya kalau semalam pinjam 20 kali ya etikanya sudah nggak betul ya,” kata Wimboh.

“Ada orang yang pinjam di 141 pinjaman online sekaligus, dia mengatakan tiap hari menerima 250 telepon,” ujar Tongam.

Baca juga :

Lalu karena meminjam uang terus-menerus, saat ditagih ada saja alasannya, walaupun tidak semua masyarakat berperilaku seperti itu.

“Nah otomatis kalau ditagih ya yang namanya masyarakat ya ngeles lah,” sebutnya.

Tongam mengatakan, utang dari debitur yang berutang di 141 pinjaman online itu mencapai Rp 200 juta dan pinjaman online nya tidak di bayar.

Dia pun menjelaskan, pinjaman online sebenarnya bisa menjadi bermanfaat jika masyarakat sudah bisa mengenali dan memanfaatkan dengan baik.

“Jelas dong, kalau namanya pinjam kan harus mengembalikan. Kapan mengembalikan sudah jelas, punya uang atau nggak bisa ukur sendiri dong. Kalau nggak punya kapasitas untuk pinjam sebegitu banyak, mengembalikan waktu tertentu, ya jangan,” jelasnya.

“Masyarakat terlalu banyak dijejali pinjaman online ilegal. Banyak yang menganggap pinjaman online ini ilegal, padahal ada 11,5 juta nasabah yang menikmati,” jelas dia.

Menurutnya, orang seperti itu bukannya tidak memahami masalah keuangan. Justru mereka pintar mengambil manfaat. Namun, Wimboh mengimbau agar para peminjam menghitung betul kemampuan membayarnya agar tak terlilit utang.

Tongam pun menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum bisa mencegah menjamurnya aplikasi layanan pinjaman onlie ilegal di platform Google Play, meski pihaknya mengaku telah melakukan komunikasi dengan pihak Google Indonesia.

“Tapi bagaimana ini, tapi ternyata banyak yang mendapatkan manfaat itu, yang benar-benar pinjam untuk kepentingan yang urgent dengan cepat, dengan elektronik bisa dilakukan,” tambahnya.

Tips Yang Harus Kamu Waspadai Agar Tidak Merana Karena Pinjol

Tips Yang Harus Kamu Waspadai Agar Tidak Merana Karena Pinjol

SECRET-FINANCIAL.COM Tips Yang Harus Kamu Waspadai Agar Tidak Merana Karena Pinjaman Online. Bukan rahasia bila pinjaman online alias pinjol meresahkan masyarakat. Bukan cuma perkara bunga pinjamannya yang tinggi. Lebih dari itu, cara penagihannya pun tak jauh beda dengan teror.

Sayangnya, belakangan aplikasi pinjaman online ilegal marak muncul di tanah air. Berdasarkan data OJK per Agustus 2019 terdapat 123 financial technology (fintech) peer to peer lending ilegal.

Bukan rahasia bila pinjaman online alias pinjol meresahkan masyarakat.Berikut tips yang harus kamu waspadai agar tak merana karena pinjaman online.

Bisnis seperti itu sama saja dengan melegitimasi riba. Riba dari mulai yang kecil sampai besar sama saja akan menghancurkan orang yang melakukannya. Tidak sedikit masyarakat yang akhirnya terjerat utang aplikasi pinjaman online. Alhasil, mereka harus segera melunasi pinjaman agar tidak di teror para penagih utang.

Baca juga :

Fintech lending ilegal saat ini masih berkeliaran meskipun Satgas Waspada Investasi sudah memblokir ribuan aplikasi. Hal ini karena masih banyaknya masyarakat yang terpaksa menggunakan layanan ini.

Berikut tips yang harus kamu waspadai agar tak merana karena pinjaman online:

  1. Pastikan Anda telah membaca dengan cermat  dan memahami semua ketentuan atau peraturan teknis yang telah dibuat oleh pinjol.
  2. Pastikan Anda mengetahui cara pembayaran, cara penagihan, besar denda harian, dan besar komisi bunga
  3. Jangan tergiur oleh bujuk rayu, iklan pinjol. Pastikan Anda bertransaksi dengan pinjol karena kondisi darurat.
  4. Pastikan Anda bertransaksi dengan pinjol yang sah (terdaftar OJK).
  5. Jangan pernah Anda menunggak dan melewati jatuh tempo pembayaran. Kecuali Anda ingin terjerat utang bunga berbunga yang mencekik leher.

Sekarang ini masih ada saja nasabah yang melakukan gali lubang tutup lubang dalam melunasi utangnya. Padahal cara ini tak membuat utang selesai, justru hanya membuat seseorang terbelit utang. Jadilah, nasabah pinjaman online yang cerdas dan bijak dalam mengelola utangnya hingga lunas. Maka hindarilah gali lubang tutup lubang, karena sekali terjebak di fintech ilegal maka akan sulit untuk menyelesaikan.

Bila sudah terlilit utang pinjol, janganlah di pendam yang nantinya akan menyulitkan diri sendiri. Kamu masih punya keluarga yang bisa dijadikan tempat bercerita, siapa tahu ada solusi yang diberikan oleh anggota keluarga. Mungkin juga, pihak keluarga akan membantu untuk meringankan beban utang.

Tawaran Pinjaman Online Ilegal Yang Semakin Banyak Melalui Link SMS

Tawaran Pinjaman Online Ilegal Yang Semakin Banyak Melalui Link SMS

SECRET-FINANCIAL.COM Tawaran Pinjaman Online Ilegal Yang Semakin Banyak Melalui Link SMS. Aplikasi pinjaman online memberikan kemudahan serta kecepatan pada masyarakat untuk mendapatkan pinjaman. Namun, di sisi lain, tidak sedikit masyarakat yang akhirnya terjerat utang aplikasi pinjaman online. Alhasil, mereka harus segera melunasi pinjaman agar tidak di teror para penagih utang. 

Tawaran pinjaman online ilegal semakin menjamur dan bisa datang dari mana saja, mulai dari telepon, SMS, hingga media sosial.
Baca juga :

Kebutuhan masyarakat atas penyaluran kredit yang tinggi membuat jasa fintech peer-to-peer lending (p2p) atau biasa dikenal pinjaman online (pinjol) berkembang pesat bak menjamur. Sayangnya, perkembangan tersebut juga diiringi banyaknya pinjol yang tidak memiliki izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) alias ilegal. Alhasil, banyak masyarakat yang jadi korban penipuan.

Tawaran pinjaman online ilegal semakin menjamur dan bisa datang dari mana saja, mulai dari telepon, SMS, hingga media sosial. Dengan berbagai tawaran menarik dan menggiurkan, tentu saja hal ini membuat sebagian orang justru berhasil terperangkap dan terjerumus ke dalamnya.

Aplikasi pinjaman online ini rupanya tidak selamanya bermanfaat. Karena, tidak sedikit orang yang terjerat lilitan utang lantaran gagal bayar. Saat gagal bayar terjadi, beberapa aplikasi pinjaman online melakukan penagihan dengan cara kurang mengenakkan. “Mereka menelpon teman si peminjam untuk dimintai tolong mengingatkan pembayaran utang,” katanya.

Baca juga :

Perlu diketahui bahwa terperangkap ke dalam lingkup pinjaman online ilegal tidak hanya akan membuat hidupmu menjadi berantakan, namun juga akan memberikanmu dampak yang bersifat jangka panjang, seperti tersebarnya data pribadi, terlilit hutang yang tak tahu kapan akan berakhir, hingga rasa malu dengan orang-orang terdekat.

Bila hal ini sedang terjadi pada Anda, sebaiknya segera lunasi seluruh utang tersebut. Daripada Anda harus terus menghindar dan dibuat malu oleh para penagih.

Karena ketika kamu terlilit hutang, oknum dari pinjaman online ilegal tidak hanya akan memberikanmu ‘teror’ secara pribadi, melainkan juga ‘teror’ untuk orang-orang disekitarmu. Tentu saja hal satu ini akan sangat mengganggu dan memalukan.

Ada pula perusahaan aplikasi pinjaman online yang mengirimkan debt collector untuk menagih utang.

Perusahaan Fintech Yang Menawarkan Pinjaman Online Tanpa Slip Gaji

Perusahaan Fintech Yang Menawarkan Pinjaman Online Tanpa Slip Gaji

SECRET-FINANCIAL.COM Perusahaan Fintech Yang Menawarkan Pinjaman Online Tanpa Slip Gaji. Ketua Harian AFPI Kuseryansyah menyebut pinjaman online legal atau yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggunakan escrow account dan virtual account dalam menyalurkan pinjamannya. Berbeda dengan fintech ilegal yang kerap menggunakan skema ponzi atau memanfaatkan rekening khusus.

Escrow account adalah rekening giro di bank atas nama perusahaan fintech, yang merupakan tempat penitipan dana dari investor yang akan disalurkan kepada peminjam. Rekening ini digunakan jika lender atau pemberi pinjam akan mentransfer dana ke borrower atau peminjam.

“Satu ciri yang mudah untuk dipahami yakni pinjol legal selalu menggunakan escrow account dan virtual account,” katanya di Sekretariat AFPI, Gedung Centenial Tower, Jakarta, Selasa, 14 Januari 2020.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk memperhatikan secara teliti aturan dan syarat dari aplikasi pinjol tersebut. Mulai dari bunga yang ditawarkan hingga aturan denda.

Sementara virtual account adalah layanan perbankan yang termasuk dalam atau bagian dari escrow account tapi berupa nomor identifikasi pengguna jasa penyelenggara (end user) dan dapat dibuat oleh penyelenggara atau bank.

Menurut Kuseryansyah, pinjol ilegal akan menawarkan bunga dengan jumlah yang sangat tinggi. Waktu pembayaran denda juga dinilai tak masuk akal seperti mencekik peminjam.

Adapun Asosiasi Fintech Indonesia sudah melarang anggotanya menggunakan skema ponzi. Modus investasi palsu yang membayarkan keuntungan kepada investor dari investor lain tersebut juga dilarang dalam POJK No.77/POJK.01/2016 selaku payung hukum P2P di Indonesia.

Baca juga : Sungguh Mengerikan Debt Collector Pinjaman Online

Saya menemukan 3 perusahaan fintech yang menawarkan pinjaman online tanpa slip gaji. Saya melakukan pengecekan ke 3 pinjaman tanpa agunan online soal pinjaman online langsung cair tanpa ribet.

1. CashWagon

CashWagon salah satu penyedia pinjaman tanpa agunan dan tanpa slip gaji. Mereka mengklaim pinjaman online langsung cair dalam hitungan menit (30 menit) dengan jumlah plafon kecil, yaitu pinjaman online 500rb.

2. Kredit Pintar

Saya menemukan 3 perusahaan fintech yang menawarkan pinjaman online tanpa slip gaji dan pinjaman online ini  langsung cair tanpa ribet.

Kredit Pintar adalah aplikasi pinjaman online tanpa slip gaji untuk Anda yang butuh dana cepat. Dengan pinjaman tanpa jaminan ini, Anda bisa mendapatkan dana dengan hanya bermodalkan KTP dan ponsel.

3. Tunai Kita

Tunai Kita adalah platform pinjaman uang online tanpa jaminan dan syarat. Salah satu Fintech yang memberikan pinjaman pribadi perorangan.

Resiko Yang Kamu Hadapi Saat Meminjam di Pinjaman Online

Resiko Yang Kamu Hadapi Saat Meminjam di Pinjaman Online

SECRET-FINANCIAL.COMResiko Yang Kamu Hadapi Saat Meminjam di Pinjaman Online. Popularitas pinjaman online atau pinjol kian hari kian menanjak. Hal tersebut dipengaruhi oleh mudahnya proses dan syarat pengajuan pinjaman online yang diterapakan para perusahaan finansial technologi (fintech).

Pinjaman online atau pinjol menjadi pilihan utama bagi mereka yang membutuhkan dana besar dalam waktu cepat. Pinjol punya kelebihan dibanding jenis kredit lain yakni syaratnya yang mudah dan tanpa jaminan atau agunan, beberapa bahkan bisa diajukan hanya bermodal Kartu Tanda Penduduk (KTP) saja. Sayangnya, ada satu kekurangan dari pinjol ini yakni jumlah pinjaman yang relatif rendah, yakni berkisar Rp2-5 juta saja.

Pasalnya, banyaknya pinjol ilegal membuat masyarakat, khususnya kamu yang memiliki masalah keuangan di atas, harus ekstra waspada, dalam memilih pinjol dari daftar pinjaman online cicilan bulanan terbaik 2020. Terlebih, pinjol ilegal tidak memiliki wewenang yang sah atas penyediaan jasa keuangan.

Secara umum pinjaman online bisa diartikan sebagai pinjaman yang diberikan sebuah lembaga kuangan baik bank maupun non bank, tanpa harus ada tatap muka antara debitur dan kreditur. Sebagian besar yang memberikan pinjaman model ini adalah perusahaan fintech (financial technology).

Baca juga : Tips Tidak Diteror Debt Collector Pinjol

Begitu pun terkait jangka waktu (tenor) dan juga bunga, yang biasanya ditetapkan dengan angka yang tidak normal. Pasalnya, nasabah tentu akan lebih memilih pinjaman online, yang memiliki tenor panjang (bulanan) dan juga bunga yang rendah.

Pinjaman online sendiri terbagi menjadi dua jenis, pinjaman online regular dan pinjaman online cepat cair. Pinjaman online regular biasanya adalah pinjaman tanpa agunan atau KTA yang dibuat oleh bank konvensional namun prosesnya sudah dapat dilakukan secara online.

Pinjaman online memang memberikan kemudahan dalam proses pengajuannya, namun bukan berarti tanpa resiko. Selain bunga besar berikut ini adalah beberapa resiko yang harus kamu hadapi ketika meminjam dana tanpa agunan kepada perusahaan pinjaman online:

Pinjaman online atau pinjol menjadi pilihan utama bagi mereka yang membutuhkan dana besar dalam waktu cepat. Berikut resiko meminjam Pinjaman Online
  1. Data Pribadi Jadi Konsumsi Umum
  2. Menyeret Nama Keluarga
  3. Bunga Harian Berjalan
  4. Jumlah Plafon Pinjaman Kecil
  5. Tenor Singkat

Utang di Pinjaman Online ? Awas Terkena Teror Debt Collector Pinjol

Utang di Pinjaman Online ? Awas Terkena Teror Debt Collector Pinjol

SECRET-FINANCIAL.COMAwas terkena teror debt collector pinjol. Peranan edukasi menjadi semakin penting, mengingat menjamurnya pinjaman online (pinjol) ilegal yang membahayakan bagi masyarakat.Jasa pinjaman online yang beberapa tahun ini sangat populer di kalangan masyarakat memang mempunyai kelebihan ketimbang pinjaman konvensional. Contohnya seperti proses pendaftaran yang lebih cepat dan mudah.

Masyarakat harus memahami perbedaan fintech legal dan ilegal yang jelas berbeda dari aspek legalitas operasi, standarisasi keamanan serta kualitas layanan yang ditawarkan. Awas terkena teror debt collector pinjol kalau anda telat membayarnya.

Orang-orang yang biasanya membeli data curian ini sudah bisa dipastikan digunakan untuk hal negatif seperti penipuan yang memeras korbannya untuk meraup banyak keuntungan. Setelah aksinya berhasil, pelaku penipuan kabur membawa uang hasil penipuannya. Sudah banyak kasus seperti ini yang terjadi, sangat meresahkan dan merugikan masyarakat.

Sudah banyak kasus seperti ini yang terjadi, sangat meresahkan dan merugikan masyarakat. Awas terkena teror debt collector pinjol.
Baca juga : Anda Banyak Utang ? Ini Lima Cara Terbebas Dari Utang

Sadar akan hal ini, banyak pelaku fintech yang secara intensif melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk regulator dan juga asosiasi untuk memaksimalkan dampak positifnya bagi masyarakat underbanked Indonesia.

Jangan terlena dengan proses yang cepat, kamu juga harus mencari tahu kredibilitas dan keamanan yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Oleh karena itu, penting sekali mengenali aplikasi pinjaman yang aman.

Jika kemudian Anda ingin menggunakan hutang tersebut untuk kebutuhan produktif, maka Anda bisa tahu apakah hutang tersebut menguntungkan atau tidak jika diambil dalam tenor yang Anda pilih

Seringkali pengguna hanya fokus dengan jumlah uang yang ingin dipinjam tanpa kritis menganalisis total uang yang harus dikembalikan.

Supaya kamu tak menjadi korban selanjutnya, sebaiknya ketahui sejumlah kasus tersebut. 

Kasus Vloan

Pelecehan seksual 

Dipecat dari pekerjaan

Ditalak cerai suami

Bunuh diri ibu rumah tangga

Sopir taksi bunuh diri

Terdapat berbagai jenis pinjaman online yang bisa kamu gunakan, di antaranya kredit motor, kredit mobil, modal usaha, pinjaman karyawan, Kredit Tanpa Agunan (KTA), Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), dan Kredit Multiguna (KMG).

Ini pinjaman online yang mungkin bisa membantumu.

  1. Kredit Kepemilikan Rumah (KPR).
  2. Kredit Motor.
  3. Kredit Mobil.
  4. Pinjaman Karyawan.
  5. Kredit Tanpa Agunan (KTA).
  6. Modal Usaha.
  7. Kredit Multiguna (KMG).
Publik Mengeluhkan Mekanisme Penagihan Perusahaan Fintech Ilegal

Publik Mengeluhkan Mekanisme Penagihan Perusahaan Fintech Ilegal

SECRET-FINANCIAL.COM Publik mengeluhkan mekanisme penagihan perusahaan fintech. Penggunaan jasa pinjaman online atau financial technology (fintech) peer to peer lending semakin masif saat ini. Kemudahan dalam meminjam dana menjadi salah satu kelebihan layanan jasa keuangan ini dibandingkan perbankan. Dalam hitungan hari, pinjaman dapat langsung dicairkan tanpa perlu repot-repot mendatangi bank.

Hadirnya pinjaman online memberikan angin segar bagi masyarakat karena menawarkan banyak kemudahan mengambil kredit. Namun, sejumlah resiko pinjaman online perlu dicermati calon nasabah seiring maraknya kasus pinjaman online. Update 2019: pemblokiran pinjaman online ilegal, ini daftarnya, kasus pinjaman online terbaru serta solusi tidak bisa bayar pinjol. Dan update soal cara menghapus data pribadi dan data kontak di pinjaman online.

Cara kerja penagihan adalah dengan mengakses seluruh data yang ada di HP nasabah. Sebab, pada saat nasabah mendownload aplikasi pinjaman Vloan, maka nasabah akan mengikuti dan menyetujui seluruh aturan yang ada di aplikasi agar pinjaman dapat disetujui.

Sayangnya, perkembangan industri fintech ini juga lekat dengan stigma negatif dari masyakarat khususnya dalam penagihan. Publik sering mengeluhkan mekanisme penagihan perusahaan fintech secara intimidatif hingga mengandung pelecehan seksual.

Perlu dicatat bahwa dasar hukum pinjaman online sudah ada, yaitu POJK 77. Peraturan OJK yang mengatur pasal pinjaman online prosedur pinjaman online, apa kategori pinjaman online ilegal termasuk sanksi OJK terhadap pinjaman online.

Publik mengeluhkan mekanisme penagihan perusahaan fintech. Penggunaan jasa pinjaman online atau fintech peer to peer lending semakin masif saat ini.
Baca juga: Pinjaman Online, Utang Yang Mencekik Masyarakat

Masyarakat jangan sampai berlebihan dan seenaknya meminjam uang tanpa memperhatikan kemampuan untuk membayar. Dia meminta agar masyarakat memperhitungkan kemampuannya saat melakukan peminjaman uang.

Anggota Komisioner Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Mohammad Choirul Anam menjelaskan penegak hukum tidak bisa menjerat debitur yang tidak mampu membayar pinjaman tersebut. Sebab, permasalahan ini termasuk kategori perjanjian utang-piutang sehingga bukan ranah pidana melainkan perdata.

Penyadapan (akses data pribadi) ini harus berizin ketua pengadilan tertinggi. Tapi ini (perusahaan fintech) kenapa bisa langsung begitu saja menyadap handphone seseorang. Perusahaan fintech yang dapat mengakses perangkat telepon seluler berisiko menggunakan data pribadi peminjam tanpa izin.

Debt Collector Pinjol Bawa Nama OJK Dan BI Checking

Debt Collector Pinjol Bawa Nama OJK Dan BI Checking

Debt Collector Pinjol Bawa Nama OJK Dan BI Checking. Utang piutang adalah termasuk hukum perdata. Anda tidak bisa masuk penjara gara-gara hukum perdata.

SECRET-FINANCIAL.COM Debt Collector Pinjol Bawa Nama OJK Dan BI Checking. Utang piutang adalah termasuk hukum perdata. Anda tidak bisa masuk penjara gara-gara hukum perdata. Ke pengadilan pun mungkin, tapi kursinya masih empuk. Hakim akan mengarahkan upaya mediasi. Sudah, tidak ada hukumannya. Beda kalau pidana. Pidana perampasan hukumannya berapa tahun, penipuan hukumannya berapa tahun. Semuanya jelas. Perdata itu tidak ada hukumannya, ya paling-paling diupayakan mediasi. Intinya ditanya, maunya kapan bayar…Gitu saja.

Canggihnya teknologi tentu membuat kita ketergantungan dengan gadget. Apalagi android. Semua bisa di akses semua informasi mudah kita dapatkan termasuk “Cara Mudah Mendapatkan Pinjaman”. Ngutang sama orang mau saudara ataupun temen emang kadang malu untuk minjemnya apalagi pas udah minjem dibilang gak ada. Pas bangetlah dengan adanya bisnis fintech yang lagi menjamur ini.. Seringkali iklan fintech ini muncul di appstore, google, youtube atau media2 sosial kita.

Kesalahan Bank vs Kesalahan Nasabah Kalau kita menulis di atas kertas putih,
kesalahan bank dan kesalahan nasabah banyak yang mana? Pasti Banyak Salahnya Bank.
Salahnya nasabah itu cuma 2 ;
Yang pertama telat bayar. Yang ke 2 nggak bayar. 

Jika kalian telat dan ga sanggup bayar. Para rentenir online dengan nama beken desk collection ini bakal nelponin kalian setiap hari maksa nagih harus cepet bayar!  Setiap nagih mereka selalu ngancem ngejual nama debt collector dan berharap kita takut disamperin preman2 ke rumah atau ke kantor kita, selain itu, pinjol juga bawa nama OJK dan BI checking. Padahal beberapa dari aplikasi tersebut gak terdaftar OJK hahahha… Kalo kalian nggak keangkat telponnya atau males angkat para rentenir ini bakal hubungin kontak. Bukan cuma kontak emergency yang kalian daftarin tapi semua kontak di hp kalian. Mereka bisa kirim sms, nelpon berkali-kali atau nagih ke kontak2 di hp kita. BAHKAN, MEREKA SEBAR FOTO KTP DAN FOTO ATAU VIDEO SAAT KITA MENGAJUKAN PINJAMAN. DISEBAR KEMANA? KE SEMUA kontak whatsapp.

Baca juga : Kata Bos OJK Soal Pinjaman Online Tak Beri Keringanan Cicilan

Penagihan kepada nasabah yang menunggak dengan cara menyebarkan informasi pribadinya kepada semua contact person yang ada di handphone nasabah, tanpa terkecuali keluarga dan tempat kerja nasabah, menimbulkan dampak sosial.

Akibatnya, terdapat nasabah yang kena (PHK) dari tempat kerjanya. Dan ada pula nasabah yang mengalami masalah keretakan hubungan keluarga akibat penagihan yang dilakukan oleh pihak Pinjol

Beberapa Cara Untuk Menghentikan Masalah Pinjol

Beberapa Cara Untuk Menghentikan Masalah Pinjol

­­­­­­­­SECRET-FINANCIAL.COM – Panggilan telepon dari para penagih utang dapat menjadi sebuah mimpi buruk. Jika Anda terlambat, terlewat, atau lupa untuk membayar tagihan, Anda mungkin akan menerima jenis panggilan seperti ini. Dalam banyak kasus, para penagih utang melakukan pelecehan dan menyalahgunakan panggilan ini. Anda tidak perlu menerima saja perlakuan yang seperti ini. Undang-undang negara melindungi Anda sebagai pelanggan agar Anda diperlakukan dengan benar.­ Berikut beberapa cara untuk menghentikan masalah pinjol.

Jika Anda belum bisa membayar karena kondisi keuangan Anda belum memungkinkan. Sampaikan kepada penagih utang bahwa Anda akan menghubungi yang terkait langsung dengan perkara utang piutang. Jangan berjanji apa-apa kepada para penagih utang.

Undang-undang negara melindungi Anda sebagai pelanggan agar Anda diperlakukan dengan benar.­ Berikut beberapa cara untuk menghentikan masalah pinjol.
Baca juga : Tips Tidak Diteror Debt Collector Pinjol

Saya selalu mendapatkan sms tagihan utang atas nama orang lain, ternyata katanya itu nomor kita didapatkan karena orang tersebut menyimpan nomor kita dan dia meminjam uang via online. Apakah berarti data kita tidak aman buktinya mereka bisa mengirim sms untuk menagih utang.

Jika diperhatikan, beberapa bulan sebelumnya di media sosial cukup gencar ditayangkan iklan pinjaman online.  Iklan tersebut menawarkan plafon pinjaman yang tinggi dengan persyaratan relatif mudah.

Tak hanya pinjaman online, beberapa aplikasi semacam itu juga menawarkan kredit barang secara online – lagi-lagi dengan persyaratan relatif mudah.

Ada beberapa cara untuk menghentikan masalah pinjol.

Jangan mengabaikan para penagih utang. 

Jawab panggilan telepon itu dan periksalah apakah Anda memiliki utang atau tidak, apa yang dapat Anda lakukan agar dapat membayar utang Anda, atau mungkin jika panggilan penagihan tersebut adalah panggilan salah sambung. Hanya setelah Anda benar-benar mengerti alasan dari panggilan penagihan tersebut, Anda dapat menanggapinya dengan benar. Jika panggilan penagihan tersebut memang sah, Anda tidak akan dapat terus mengabaikannya.

Rekamlah pembicaraan telepon Anda.

Para pengacara suka dengan rekaman. Jika penagih utang menggunakan metode yang berlebihan untuk mengintimidasi Anda, mulailah rekam pembicaraan tersebut. Beritahukan kepada penagih utang tersebut di awal pembicaraan bahwa Anda merekam panggilan tersebut untuk menjadi bukti data yang formal, yang dapat digunakan sebagai dasar keluhan yang sah sesuai dengan undang-undang negara.

Ketahui hak-hak Anda.

Di bawah hukum negara, seorang penagih utang tidak diperbolehkan untuk melakukan ancaman apa pun atau menggunakan kata-kata yang melecehkan/menghina. Katakan kepada penagih utang Anda mengenai ini. Jika penagih utang tersebut palsu atau penipu, biasanya dia akan takut.

Faktor Penyebab Masih Banyak Fintech Ilegal di Indonesia

Faktor Penyebab Masih Banyak Fintech Ilegal di Indonesia

Faktor Penyebab Masih Banyak Fintech Ilegal -  Fintech ilegal servernya banyak dari China, Amerika Serikat, Singapura, Malaysia dan Indonesia sendiri.

SECRET-FINANCIAL.COM. Faktor Penyebab Masih Banyak Fintech IlegalFintech ilegal yang meresahkan masyarakat terus bermunculan. Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing mengatakan bahwa Fintech ilegal dilihat dari servernya banyak yang datang dari China, Amerika Serikat, Singapura, Malaysia dan Indonesia sendiri.

Akhir-akhir ini, media kembali diramaikan dengan berita kasus pinjaman online yang menyebabkan nasabah bunuh diri. Seluruh masyarakat Indonesia akhirnya mengetahuinya karena nasabah tersebut menuliskan di surat wasiat yang ditinggal bahwa penyebab bunuh diri karena terjerat utang pinjaman online.

Baca juga : Hati-Hati Teror Debt Collector Pinjaman Online

Yang kita tahu, setiap orang yang berutang di lembaga pinjaman, biasanya harus menaruh barang sebagai jaminan. Ada yang memakai sertifikat rumah, tanah, BPKB kendaraan, atau perhiasan. Kalau nggak bisa memenuhi kewajiban bayar utang tiap bulan, ya barang-barang itulah yang akan disita si peminjam. Beda sama Fintech zaman sekarang. Karena sistemnya nggak pakai agunan, si debt collector akan memakai cara lain saat menagih utang ke peminjam. Tapi cara-caranya ini lo yang dianggap keluar batas. Mulai dari mengancam akan menyebar data pribadi, memaki-maki, sampai melecehkan nasabah dengan menyuruhnya menari telanjang kalau mau utangnya lunas.

Sebelumnya, Polisi pun menduga fintech bisa jadi modus baru pendanaan terorisme. Kanit Tipideksus Bareskrim Polri, Kompol Setyo Bimo Anggoro mengatakan, pihaknya curiga bahwa ada modus baru dari penyaluran dana terorisme di Indonesia. Polisi khawatir modusnya kini melalui fintech khususnya yang ilegal, lantaran sulit terlacak.

Terdapat beberapa faktor penyebab masih banyak fintech ilegal di Indonesia.

  1. Sangat mudah membuat aplikasi website dengan kemajuan teknologi informasi saat ini.
  2. Tingkat pengetahuan masyarakat mengenai fintech masih perlu ditingkatkan.
  3. Pangsa pasar yang masih besar untuk pinjaman online di Indonesia.
  4. Memberikan kemudahan dalam pinjaman uang, walaupun pada dasarnya mereka mengenakan bunga, fee dan denda yang tinggi.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui cara meminimalisir risiko transaksi dengan pinjaman online dan cara memanfaatkan pinjaman online.

Tahun 2020 Fintech Masih Menjadi Tren

Tahun 2020 Fintech Masih Menjadi Tren

2019 tahun yang subur untuk Pinjol. Antusiasme masyarakat terhadap layanan keuangan digital sangat besar. Ternyata tahun 2020 fintech masih menjadi tren.

SECRET-FINANCIAL.COM – 2019 bisa dibilang tahun yang subur untuk fintech. Hingga saat ini, data OJK pada Oktober 2019 menyatakan bahwa terdapat hampir 16 juta pengguna fintech lending di Indonesia. Dengan jumlah akumulasi penyaluran pinjaman yang dikucurkan oleh fintech mencapai 68 triliun rupiah atau meningkat 200 persen dibanding dengan bulan Desember 2018. Bisa dilihat bahwa antusiasme masyarakat terhadap layanan keuangan digital ini sangat besar. Dan tahun 2020 ternyata fintech masih menjadi tren.

Kemajuan teknologi membuat fintech diminati oleh masyarakat, itulah mengapa di tahun 2019 ini tren fintech masih marak diperbincangkan. Bahkan di tahun selanjutnya, yaitu 2020, fintech diprediksi masih menjadi tren di dunia, termasuk di Indonesia.

Teknologi ini dengan cepat mendapatkan popularitas dan adopsi, karena banyak negara global sedang melalui transformasi digital lengkap. Sebuah laporan baru-baru ini oleh firma akuntansi global Deloitte, dalam kemitraan dengan Robocash Group, menyatakan bahwa negara-negara ASEAN memiliki potensi tertinggi di pasar fintech hingga 2020.

Bagaimana pada tahun 2020 nanti? 144 lembaga fintech yang terdaftar oleh OJK pasti berlomba-lomba untuk tetap menjadikan fintech sebagai tren keuangan pada tahun depan. Banyaknya kelebihan yang dimiliki fintech pada saat ini bisa menjadi alasan yang kuat untuk terus mendukung fintech menjadi tren di tengah-tengah masyarakat.

Baca juga : Aturan Fintech Yang Dikeluarkan OJK

Tahun 2019 telah menunjukkan beberapa perkembangan signifikan dalam industri dan juga bagaimana pelaku kejahatan siber finansial beroperasi. Peristiwa-peristiwa ini membuat para peneliti Kaspersky mengungkapkan beberapa prediksi penting mengenai potensi perkembangan lansekap ancaman finansial di tahun 2020. Beberapa yang utama adalah :

  1. Fintech attack. Maraknya investasi berbasis seluler, dimana tidak semua aplikasi membentengi dirinya dengan keamanan terbaik, seperti otentikasi multi-faktor atau perlindungan koneksi aplikasi. Yang memungkinkan para pelaku kejahatan siber menemukan celah untuk dimanfaatkan
  2. Trojan mobile banking baru. Penelitian dan pemantauan Kaspersky terhadap forum underground menunjukkan bahwa kode sumber dari beberapa Trojan perbankan seluler populer telah bocor ke domain publik. Kasus serupa yang pernah terjadi sebelumnya tentang kebocoran kode sumber malware (mis. Zeus, SpyEye) menghasilkan peningkatan variasi baru pada Trojan ini. Di tahun 2020, pola ini mungkin dapat terulang.
  3. Akses berbayar ke infrastruktur perbankan dan serangan siber yang menyusupkan aplikasi jahat untuk mengunci data pengguna dengan tujuan meminta tebusan uang (ransomware) terhadap perbankan. Pada 2020 nanti, para ahli Kaspersky memprediksi peningkatan aktivitas kelompok-kelompok yang berspesialisasi dalam penjualan jaringan akses dari kriminal ke kriminal. Seperti kawasan Afrika, Asia, serta di Eropa Timur.
  4. Magecarting 3.0: lebih banyak kelompok pelaku kejahatan dunia siber akan menargetkan sistem pemrosesan pembayaran online. Selama beberapa tahun terakhir, apa yang disebut JS-skimming (metode mencuri data kartu pembayaran dari toko online) telah mendapatkan popularitas luar biasa di kalangan pelaku kejahatan siber.
Aturan Fintech Yang Dikeluarkan OJK

Aturan Fintech Yang Dikeluarkan OJK

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Tak ada yang bisa memungkiri kalau kian kemari masyarakat sangat dimanjakan oleh kemajuan teknologi. Misalnya saja, kondisi sekarang ini yang serba online mulai dari belanja, bayar tagihan air dan listrik hingga pinjaman dana di financial technology (fintech) yang merupakan sebuah inovasi di dalam bidang jasa keuangan. Tapi ada aturan fintech yang dikeluarkan OJK.

Perlu dicatat bahwa dasar hukum pinjaman online sudah ada, yaitu POJK 77. Peraturan OJK yang mengatur pasal pinjaman online prosedur pinjaman online, apa kategori pinjaman online ilegal termasuk sanksi OJK terhadap pinjaman online. Adanya POJK 77 dari OJK menjadi dasar hukum kredit online di Indonesia.

Tak ada yang bisa memungkiri kalau kian kemari masyarakat sangat dimanjakan oleh kemajuan teknologi tapi ada aturan fintech yang dikeluarkan OJK.
Baca juga : Stop Bayar Pinjaman Online

Namun, hadirnya Fintech menimbulkan pertanyaan juga soal bagaimana penagihan pinjaman online. Sebuah keniscayaan dalam pinjam meminjam bahwa nasabah pinjaman online akan tidak dibayar sehingga perlu dilakukan aktivitas collection atau penagihan.

Aturan fintech yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yaitu :
  • Pihak penyelenggara fintech p2p lending wajib memberikan pijaman dengan bunga hanya 0,8% setiap harinya.
  • Denda yang telah diakumulasi sebesar 100% dari jumlah pinjaman keseluruhan.
  • Penyelenggara fintech juga memberikan waktu selama 90 hari untuk pelunasan dari batas terakhir bayar tagihan.

Perusahaan fintech manakah yang ingin merugi karena ada nasabah yang tidak membayar utangnya. Untuk itu, jangan heran bila bagian desk collection dari pihak penyelenggara fintech tempat Anda mengajukan pinjaman akan terus menerus menghubungi via telepon hingga tagihan dibayar.

Saat gagal bayar terjadi, beberapa aplikasi pinjaman online melakukan penagihan dengan cara kurang mengenakkan. “Mereka menelpon teman si peminjam untuk dimintai tolong mengingatkan pembayaran utang.

Ketika tagihan utang tidak bisa lagi terbayarkan, denda dan bunga akan tetap terus berjalan. Belum lagi setiap harinya pihak penyelenggara menghubungi Anda untuk mengingatkan membayar utang. Situasi seperti ini tentunya hidup tidak bisa nyaman lagi.

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menghapus data dari internet. Walau rasanya sulit untuk menghapus seluruhnya, tapi beberapa cara ini patut dicoba!

  1. Non-Aktifkan social media
  2. Hapus data setelah belanja
  3. Minta bantuan layanan pengumpulan data
Debt Collector Pinjol Sudah Melanggar Undang-Undang

Debt Collector Pinjol Sudah Melanggar Undang-Undang

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Tidak pinjam uang namun ikut terkena teror dari pinjaman online (pinjol) menjadi keluhan yang paling sering didengar. Tapi apakah PINJOL berhak untuk menyebar luaskan data, dan mempergunakan data dengan semena-mena,,,? jawabannya TIDAK.

Mereka memang disetujui untuk mengakses data, tetapi mereka tidak berhak untuk menyebarluaskan data dan mengintimidasi serta membuat malu pemilik data. Ini sudah jelas pelanggaran dan perlu diadakan tindakan. Jika seperti itu debt collector pinjol sudah melanggar undang-undang.

Cara penagih utang pengelola aplikasi pinjaman online ke nasabahnya yang menunggak semakin mencemaskan. Yang terbaru, beredar kabar seorang nasabah dibully melalui media sosial karena hanya menunggak utang dua hari. 

Baca juga : Hati-hati Teror Debt Collector Pinjaman Online

Mekanisme seperti tentu meresahkan sekali. Tak sedikit dari teman-teman peminjam yang pasti merasa terganggu dengan SMS debt collector tersebut. Apalagi si peminjam yang kemungkinan juga mengalami stres berkepanjangan bila tak segera diselesaikan masalah hutangnya.

Debt Collector Pinjol sudah melanggar UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK.

Tidak pinjam uang namun ikut terkena teror dari pinjaman online (pinjol). Jika seperti itu debt collector pinjol sudah melanggar undang-undang.
Pasal 27
  1. Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik. Yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.
  2. Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian.
  3. Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.
  4. Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman.
Pasal 28
  1. Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.
  2. Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang  ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA)
Pasal 29

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti. Yang ditujukan secara pribadi.

Pasal 30

  1. Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau. Sistem Elektronik milik Orang lain dengan cara apa pun.
  2. Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik. Dengan cara apapun dengan tujuan untuk memperoleh Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik.
  3. Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik. Dengan cara apa pun dengan melanggar, menerobos, melampaui, atau menjebol sistem pengamanan.

Pasal 31

  1. Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan intersepsi atau penyadapan atas Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dalam suatu Komputer dan/atau Sistem Elektronik tertentu milik Orang lain.
  2. Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan intersepsi atas transmisi Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang tidak bersifat publik dari, ke, dan di dalam suatu Komputer dan/atau Sistem Elektronik tertentu milik Orang lain, baik yang tidak menyebabkan perubahan apa pun maupun yang menyebabkan adanya perubahan, penghilangan, dan/atau penghentian Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang sedang ditransmisikan.

Pasal 32

  1. Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apapun. Mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik milik Orang lain atau publik.
  2. Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apapun. Memindahkan atau mentransfer Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik kepada Sistem Elektronik Orang lain yang tidak berhak.
  3. Terhadap perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang mengakibatkan terbukanya suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang bersifat rahasia. Menjadi dapat diakses oleh publik dengan keutuhan data yang tidak sebagaimana mestinya.

KETENTUAN PIDANA

Pasal 45

  1. Setiap Orang memenuhi unsur bagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3) atau ayat (4) dipidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)
  2. Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) atau ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
  3. Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).

Pasal 46

  1. Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah).
  2. Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 700.000.000,00 (tujuh ratus juta rupiah).
  3. Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah).

Pasal 47

Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (1) atau ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah).

Pasal 48

  1. Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (1)  dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).
  2. Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (2)  dipidana dengan pidana penjara paling lama 9 tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).
  3. Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (3)  dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).
Baca juga: Cara Lapor Polisi Dalam Penagihan Pinjaman Online