fbpx
Jokowi Temui Keluarga Awak KRI Nanggala-402 di Jatim

Jokowi Temui Keluarga Awak KRI Nanggala-402 di Jatim

Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi dijadwalkan temui keluarga awak KRI Nanggala 402 dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Jawa Timur
Jokowi Temui Keluarga Awak KRI Nanggala-402 di Jatim

Secret-financial — Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi dijadwalkan temui keluarga awak KRI Nanggala 402 dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Jawa Timur pada Kamis (29/4/2021) hari ini.

Menurut siaran pers pemerintah yang diterima di Jakarta, Presiden dijadwalkan berangkat menuju ke Jawa Timur menggunakan pesawat kepresidenan dari Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada pukul 07.10 WIB.

Dari Pangkalan TNI AL Juanda di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Presiden akan menuju Hanggar Pangkalan Udara TNI AL Juanda untuk bersilaturahmi dengan perwakilan keluarga awak KRI Nanggala 402.

Baca juga:
KRI Nanggala-402 Tenggelam, Asabri Serahkan Santunan ke 53 Ahli WarisMendag: Belajar Online Jadi Kebangkitan buat RI, Kenapa?
Jokowi: Pandemi Masih Ada, Jangan MenyepelekanBank Mandiri dan UniPin Tebar Promo Cashback Pembelian Voucher Game Online

Sebanyak 53 prajurit yang mengawaki KRI Nanggala 402 dinyatakan gugur dalam tugas setelah kapal selam yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan.

Dari Sidoarjo, Presiden akan menuju ke Pangkalan TNI AU Abdul Rachman Saleh di Kabupaten Malang.

Presiden dijadwalkan meninjau proses tanam dan panen padi di Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, dan berdialog dengan petani.

Setelah itu, Presiden akan menuju Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, untuk menengok warga yang terdampak gempa.

Baca juga: SIM Online Dibuka Tiga Hari, 200 Orang Mendaftar

Presiden dan rombongan dijadwalkan kembali ke Pangkalan TNI AU Abdul Rachman Saleh pada sore hari untuk kemudian balik ke Jakarta.

Rombongan kunjungan kerja Presiden ke Jawa Timur antara lain meliputi Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M. Tonny Harjono, Komandan Paspampres Mayjen TNI Agus Subiyanto, serta Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Kasus Covid Turun, Jokowi Ingatkan Masyarakat Tetap Waspada

Kasus Covid Turun, Jokowi Ingatkan Masyarakat Tetap Waspada

Angka kasus covid baru yang semakin turun pada akhir-akhir ini pun dimintanya agar tak menjadikan masyarakat lengah. Hal ini disampaikannya saat

Secret-financial — Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaannya terhadap kemungkinan kenaikan kasus Covid-19. Angka kasus covid baru yang semakin turun pada akhir-akhir ini pun dimintanya agar tak menjadikan masyarakat lengah.

Hal ini disampaikannya saat membuka pameran otomotif Indonesia international motor show hybrid 2021 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/4).

“Yang juga harus kita ingat bersama-sama, kita ini masih di dalam masa pandemi. Kita harus tetap waspada terhadap pandemi Covid-19, tapi juga kita tidak boleh berhenti dalam menggerakkan ekonomi. Tetap dengan kewaspadaan, tetap dengan kehati-hatian,” ujar Jokowi.

Baca juga:
Polri Imbau Anggota Tak Gunakan Kekerasan Ketika Larang Masyarakat MudikPenumpang KRL Boleh Buka Puasa di Kereta

Jokowi mengingatkan, kebijakan gas dan rem dalam penanganan kesehatan dan ekonomi juga harus dijaga dan dikendalikan. Ia mencontohkan, banyak negara lain mengalami lonjakan kenaikan kasus baru Covid setelah angka kasus sempat turun. Ini terjadi karena pemerintah dan masyarakat tak mampu menjaga kewaspadaan dan kehati-hatiannya.

“Kita ingat di bulan Januari kasus harian kita berada di angka 13 ribu, 14 ribu, 15 ribu bahkan saat itu. Dalam tiga minggu ini kita sudah berada di angka yang baik menurut saya, 6 ribu, 5 ribu 4 ribu. Naik turun berada di angka itu. Ini yang harus kita jaga dan terus kita tekan,” kata dia.

Sementara itu, lanjut Presiden, perkembangan angka kesembuhan nasional saat ini juga semakin meningkat yakni mencapai 90,5 persen di atas rata-rata dunia dan juga Asia.

Jokowi Ungkap 4 Alasan Gencar Membangun Infrastruktur

Jokowi Ungkap 4 Alasan Gencar Membangun Infrastruktur

Jokowi menjelaskan empat alasan gencar membangun infrastruktur selama masa pemerintahannya. Salah satunya, kata Jokowi, untuk membangun peradaban.

secret-financial — Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan terminal Bandara Kuabang di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara pada Rabu, 24 Maret 2021. Dalam sambutannya, Jokowi menjelaskan empat alasan gencar membangun infrastruktur selama masa pemerintahannya. Salah satunya, kata Jokowi, untuk membangun peradaban.

“Banyak yang bertanya kepada saya, kenapa infrastruktur menjadi fokus dalam pembangunan di negara kita Indonesia sekarang ini? Perlu saya sampaikan infrastruktur bukan hanya fisik, tetapi banyak hal yang akan muncul dan berkembang karena dibangunnya infrastruktur,” ujar Jokowi seperti disiarkan lewat kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu, 24 Maret 2021.

Menurut dia, membuat infrastruktur adalah membangun peradaban. “Ini yang sering tidak kita sadari,” tutur Jokowi.

Baca juga: Kapan Waktu Penjualan Tiket Kereta Api Lebaran? KAI: Masih Menunggu…

Ia mencontohkan membangun jalan, misalnya sama dengan membangun peradaban. “Bayangkan misalnya dulu sebelum ada jalan dari Halmahera Utara menuju ke Sofifi, kita harus jalan kaki. Sekarang setelah jalannya ada, berarti bisa naik bus, sepeda motor, bisa naik mobil, membangun peradaban baru,” ujarnya.

Dengan adanya bandara, lanjut Jokowi, masyarakat menjadi disiplin dan tepat waktu dalam berpergian. “Karena kalau mau terbang, waktunya sudah ditentukan, kalau tidak (tepat waktu), akan ditinggal pesawat, itu juga membangun kedisiplinan baru, membangun peradaban,” tuturnya.

Alasan lain Jokowi membangun infrastruktur adalah membangun daya saing agar bisa berkompetisi dengan negara-negara lain ini. Alasan ketiga, mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.

Terminal Penumpang Bandara Kuabang diresmikan Presiden

Terminal Penumpang Bandara Kuabang diresmikan Presiden

Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan meresmikan gedung terminal penumpang Bandara Kuabang di Halmahera Utara hari ini, Rabu, 24 Maret 2021.

secret-financial — Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan meresmikan gedung terminal penumpang Bandara Kuabang di Halmahera Utara hari ini, Rabu, 24 Maret 2021. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bandara ini akan mulai melayani penerbangan reguler tujuan Manado pada pekan depan.

“Saya telah meminta Dirjen Perhubungan Udara untuk berkoordinasi dengan maskapai mengadakan penerbangan reguler dari Manado ke sini satu kali seminggu,” tutur Budi Karya dalam keterangan tertulis, Selasa petang, 23 Maret 2021.

Saat ini, Bandara Kuabang masih melayani penerbangan carter. Setelah penerbangan komersial dibuka, Budi Karya berharap frekuensi penerbangan bisa meningkat dua kali sepekan pada April nanti.

Baca juga: Dadang Subur Tak Menyangka Bakal Tanding Catur 10 Menit Lawan Irene Sukandar

Adapun terminal penumpang Bandara Kuabang dibangun melalui anggaran APBN senilai Rp 50,82 miliar. Terminal ini memiliki luas 3.500 meter persegi yang dapat menampung hingga 160 ribu penumpang per tahun.

Bandara Kuabang difungsikan sebagai alternatif Bandara Sultan Babullah di Ternate. Bandara Sultan Babullah Ternate yang lokasinya dekat dengan Gunung Gamalama dan Gunung Dukono kerap mengalami gangguan operasional akibat letusan kedua gunung tersebut.

Dari Sofifi, Bandara Kuabang berjarak 85 kilometer. Bandara ini dianggap strategis lantatan tidak berpotensi terdampak letusan gunung api. Kementerian Perhubungan menilai keberadaan bandara ini penting untuk membuka aksesibilitas dan konektivitas pariwisata Kabupaten Halmahera Utara.

Jokowi: Alhamdulillah Kita tidak Sampai Lockdown

Jokowi: Alhamdulillah Kita tidak Sampai Lockdown

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa masyarakat Indonesia masih cukup beruntung karena tidak sampai menjalani penutupan wilayah atau lockdown

Secret-financial – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa masyarakat Indonesia masih cukup beruntung karena tidak sampai menjalani penutupan wilayah atau lockdown dalam penanganan Covid-19. Pemerintah memang sejak awal memilih melakukan pembatasan aktivitas masyarakat ketimbang menutup wilayah. Padahal negara-negara lain, menjalankan kebijakan lockdown demi memutus rantai penularan Covid-19. 

“Kita ini kalau saya lihat Alhamdulillah masih beruntung tidak sampai lockdown. Kalau di negara lain seperti Eropa sampai 3 bulan. Bahkan London Inggris baru saja lockdown lagi. Bangkok juga lockdown, Tokyo juga statusnya darurat,” kata presiden dalam acara penyerahan bantuan modal kerja (BMK) kepada pelaku usaha mikro kecil di Istana Bogor, Jumat (8/1). 

Kendati tidak menjalankan penutupan wilayah, Presiden Jokowi mewanti-wanti masyarakat agar tetap menaati protokol kesehatan. Protokol kesehatan dianggap menjadi jurus terampuh untuk menekan laju penularan Covid-19, bahkan saat vaksinasi nanti sudah dijalankan. 

Baca juga: Susilo Bambang Yudhoyono: Jangan Berpikir Vaksin Ada Pandemi Hilang

Dengan kombinasi antara vaksinasi Covid-19 yang mulai berjalan pekan depan dan kepatuhan masyarakat menjalankan protokol kesehatan, diharapkan kekebalan komunal atau herd immunity bisa segera terbentuk.  “Kalau itu terbentuk, Insya Allah Covid-nya setop,” ucap Jokowi.

Awal pekan ini, pemerintah telah menetapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di berbagai daerah Jawa-Bali yang efektif mulai 11 Januari hingga 25 Januari 2021. PPKM tidak diterapkan terhadap seluruh provinsi di Jawa dan Bali, melainkan hanya berlaku untuk kota dan kabupaten yang memenuhi kriteria. 

Baca juga:
371 Juta Vaksin Covid-19 Masuk Indonesia Hingga Tahun 2022

371 Juta Vaksin Covid-19 Masuk Indonesia Hingga Tahun 2022

Jutaan vaksin Covid-19 berbagai jenis dan produsen akan masuk ke Indonesia. Hingga 2022 nanti, ada 371 dosis juta vaksin Covid-19 yang masuk ke Indonesia.

Secret-financial – Dalam dua tahun ke depan, jutaan dosis vaksin Covid-19 berbagai jenis dan produsen akan terus masuk ke Indonesia. Hingga 2022 nanti, ada 371 dosis juta vaksin Covid-19 yang masuk ke Indonesia.

“Sasaran yang mau divaksin sekitar 181 juta penduduk untuk mencapai herd immunity,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 28 Desember 2020.

Jumlah ini lebih besar karena ada perlu ada cadangan. Sementara untuk biayanya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi sudah mengumumkan semuanya gratis, dari semula ada sebagian yang berbayar.

Baca juga: Menteri Sandiaga Uno Bangkitkan Pariwisata saat Pandemi

Meski demikian, pengiriman tahap awal untuk vaksin-vaksin ini ke Indonesia sebenarnya sudah dimulai sejak 7 Desember 2020. Saat itu, 1,2 juta dosis vaksin Sinovac sudah mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Banten.

Deputi Bidang Ekonomi Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti menyebut selanjutnya jutaan vaksin ini akan datang bertahap untuk berbagai jenisnya. Untuk tahun 2021 saja, pemerintah Indonesia sudah memesan 275 juta vaksin.

Dua merek vaksin yang sudah terkonfirmasi untuk datang di 2021 yaitu Sinovac dan Novavax. Masing-masing 116 juta dosis dan 52 juta, sehingga totalnya menjadi 168 juta.

Ada juga tiga merek vaksin yang masih dalam proses pemesanan, yaitu Pfizer 45 juta, Covax 12 juta, dan AstraZeneca sebanyak 50 juta. Sehingga untuk tahun 2021 saja, diperkirakan ada 275 juta dosis vaksin yang masuk ke Indonesia.

Baca juga: Bank Indonesia: Rupiah Bisa Menguat, karena Saat Ini Masih Undervalue

Di tahun 2021, Sinovac dan Covavax kembali masuk ke Indonesia dengan jumlah 87 hingga 96 juta. Sehingga secara total, ada sekitar 371 juta vaksin Covid-19 yang masuk ke Indonesia hingga 2022 nanti. “Itu yang sudah direncanakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN),” kata Amalia.