fbpx
Marzuki Alie: SBY Harus Tahu, Fitnah Itu Kejam

Marzuki Alie: SBY Harus Tahu, Fitnah Itu Kejam

Partai Demokrat memecat Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Marzuki Alie. Marzuki pun mengomentari pemecatan tersebut.

Secret-financial — Partai Demokrat memecat tujuh kadernya terkait upaya gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat, termasuk salah satunya Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Marzuki Alie. Marzuki pun mengomentari pemecatan tersebut.

“Tingkah laku buruk agar diterjemahkan, dibanding dengan fitnah. SBY harus tahu, fitnah itu kejam, lebih kejam dari pembunuhan,” kata Marzuki Alie.

Mengutip sabda nabi, Marzuki mengatakan bahwa tukang fitnah tidak akan masuk surga, jika yang difitnah tidak memaafkan. Ia pun mengingatkan  bahwa tukang fitnah bukan hanya buruk, tapi juga penjahat dan dzolim.

“Dan itu dibiarkan oleh SBY,” ujarnya.

Baca juga: Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Jalani Pemeriksaan di Gedung KPK

Pemecatan juga dinilai dilakukan secara sepihak. Dirinya mengaku tidak pernah dipanggil untuk dimintai keterangan oleh DPP Partai Demokrat terkait upaya yang dilakukan gerakan itu.

“Mereka menganggap tidak perlu memanggil karena pasti akan menghadapi tuntutan saya terhadap tukang fitnah,” ucapnya.

Dirinya enggan menyebutkan apa langkah selanjutnya usai pemecatan tersebut. “Besok kita tindaklanjuti,” ungkapnya.

Susilo Bambang Yudhoyono: Jangan Berpikir Vaksin Ada Pandemi Hilang

Susilo Bambang Yudhoyono: Jangan Berpikir Vaksin Ada Pandemi Hilang

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan catatan awal tahun 2021. Salah satu yang disoroti SBY adalah

Secret-financial – Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan catatan awal tahun 2021. Salah satu yang disoroti SBY adalah bagaimana menghadapi pandemi corona.

Menurut Susilo Bambang Yudhoyono, sikap masyarakat beragam dalam menghadapi 2021. Ada yang optimistis tak sedikit pula yang pesimistis. Ada yang pasrah, pun ada yang masa bodoh.

“Saya sendiri memilih untuk bersikap lebih optimistis (cautious optimism) dan yakin bahwa negeri kita masih punya jalan untuk sukses. Artinya, peluang bagi meredanya badai corona dan pulihnya ekonomi kita memang ada,” kata SBY dalam catatan yang diunggah di akun Facebooknya, Jumat (8/1).

Baca juga: 32 Pengendara di Ngawi Terjaring Operasi Yustisi

Namun, SBY mengingatkan bahwa segala sesuatu yang baik tidak bisa diraih dengan begitu saja. Diperlukan sebuah kerja keras untuk mencapainya.

“Sungguh pun demikian, semua itu tak datang dari langit. Jangan pula bersikap “take for granted”, seolah peluang baik itu akan datang dengan sendirinya,” jelas Presiden keenam RI ini.

Ia mencontohkan dalam konteks pandemi corona. Jangan sampai masyarakat berpikir, karena vaksin COVID-19 sudah tiba di tanah air maka pandemi ini otomatis berakhir.

“Jangan lantaran vaksin sudah datang pasti pandemi akan segera hilang. Setelah itu ekonomi kita akan pulih kembali dan bahkan tumbuh meroket. Jangan bersikap dan berpikir begitu. Tuhan tidak suka,” kata SBY.

SBY mengatakan, kehadiran vaksin memberikan harapan baru. Bukan tidak mungkin vaksinasi akan menjadi titik balik untuk mengakhiri pandemi corona.

Baca juga: Grabtoko Dilaporkan ke Mabes Polri

Namun, kata SBY, perlu diingat bahwa vaksinasi butuh waktu. Seiring dengan vaksinasi, SBY menyebut kepatuhan terhadap berbagai upaya menghadapi corona tetap harus dikedepankan.

“Vaksinasi terhadap rakyat Indonesia yang jumlahnya 200 juta lebih tentu memerlukan waktu. Oleh karena itu jangan sampai upaya mengatasi COVID saat ini menjadi kendor, termasuk dalam menjalankan berbagai pembatasan yang diperlukan,” kata SBY.