oleh

Tantangan Mencapai Pembangunan Berkelanjutan di Era New Normal

Reformasi sistem penanggulangan bencana; dan Reformasi pendidikan. Saat ini tantangan mencapai pembangunan berkelanjutan di Era New Normal.

Tantangan Mencapai Pembangunan Berkelanjutan di Era New Normal

secret-financial.com – Pandemi virus Corona atau Covid-19 telah menguncang tren pembangunan di Indonesia khususnya pencapaian agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Bahkan pandemi ini memutarbalikkan tren angka penurunan kemiskinan dalam sembilan tahun terakhir.

Presiden Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD), Shinta Kamdani, mengatakan, jumlah orang miskin baru diprediksi naik melonjak antara 1,1 juta hingga 3,78 juta dalam skenario berat dan lebih berat. Hal ini berdasarkan proyeksi pemerintah.

Sementara itu,Shinta mengatakan, jumlah pengangguran baru diprediksi dapat mencapai 2,9 juga sampai 5,2 juta dalam skenario berat dan lebih berat.

Baca juga: Jokowi: Krisis Ekonomi Global Benar-benar Nyata

“Fakta di lapangan ditemukan PHK (pemutusan hubungan kerja) terus terjadi dan makin banyak pekerja dirumahkan tanpa upah, serta pekerja informal yang sulit bekerja karena dampak Covid-19,” kata Shinta dalam sesi Plenary Webinar yang diadakan oleh IBSCD didukung Bappenas, Kadin, dan bekerjasama dengan Grup APRIL, Kamis (25/6).

“Sasaran pembangunan nasional tahun 2021, pertama adalah penurunan tingkat kemiskinan. Dengan reformasi perlindungan sosial, tingkat kemiskinan tahun 2021 ditargetkan menjadi 9,29,7%. Penurunan tingkat pengangguran menjadi target pembangunan kedua, 7.7-9.1%,” ujarnya seperti dikutip dalam siaran pers.

Dalam webinar bertema “Mencapai Target SDG di Era New Normal” tersebut,  Suharso mengatakan, fokus pemulihan ekonomi pemerintah adalah pemulihan industri, pariwisata dan investasi, termasuk penguatan sistem ketahanan pangan; Reformasi sistem Kesehatan nasional; Reformasi sistem perlindungan sosial; Reformasi sistem penanggulangan bencana; dan Reformasi pendidikan. Saat ini tantangan mencapai pembangunan berkelanjutan di Era New Normal.

“Pemerintah jelas tidak dapat bekerja sendirian namun memerlukan kolaborasi yang intensif antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan terkait. Untuk itu, berbagai langkah bersama bisa dilakukan untuk mengatasi dampak pandemi dalam agenda aksi kolektif sektor bisnis untuk mendukung pencapaian SDGs.”

Baca juga: Ini Strategi Kementan Hadapi Masalah Pangan Saat New Normal

“Tahun 2020 merupakan decade of action bagi multi stakeholder dalam mengimplementasikan SDGs. Dunia bisnis dituntut untuk dapat beradaptasi dengan situasi new normal dengan tetap berkontribusi pada pencapaian target-target SDGs pada 2030 nanti. ” ujar Sihol.

Selain ketiga pembicara tersebut, webinar kali ini juga diisi oleh Ketua IPB SDG Network Bayu Krisnamurthi, Deputy CEO PT Vale Indonesia Febriany Edy, serta Manufacturing Director PT Solusi Bangun Indonesia Lilik Unggul Raharjo. UNDP Indonesia Resident Representative, Christophe Bahuet juga hadir sebagai penanggap, bersama dengan perwakilan generasi muda melalui Youth in Sustainability.

Plenary Webinar ini hanyalah pembuka rangkaian webinar yang akan dijalankan oleh IBCSD. Rencananya, akan ada tiga webinar lagi yang akan mencakup isu pembangunan dan SDGs sesuai pilar Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan. Deretan narasumber dari level Menteri, pelaku usaha, hingga akademisi siap mengisi rangkaian webinar yang akan berlangsung hingga Agustus 2020 tersebut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed