oleh

Tenaga Medis Serukan ‘Indonesia Terserah’, Kritik untuk Pemerintah RI

Serukan Tenaga Medis "Indonesia Terserah" juga dianggap sebagai kritik atas perilaku sebagian masyarakat dan pemerintah yang dianggap tak disiplin.

Tenaga Medis Serukan ‘Indonesia Terserah’, Kritik untuk Pemerintah RI

secret-financial.com – Tak hanya kepada pemerintah. Serukan Tenaga Medis “Indonesia Terserah” juga dianggap sebagai kritik atas perilaku sebagian masyarakat yang dianggap tak disiplin dengan protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran virus corona.

“Seandainya PSBB dijalankan, semua saling mendukung, saya yakin baik-baik saja,” ujar Fatur.

Hal yang sama juga diungkapkan sejumlah pengguna Twitter yang memotret ketidakdisiplinan di ruang publik pada masa pandemi virus corona ini.

Ada yang menyebutkan, jalanan mulai ramai menjelang Lebaran, bahkan sejumlah pasar ramai oleh warga.

Selain itu, sorotan terhadap sikap abai keselamatan diri dan orang lain karena ada yang tidak menggunakan masker.

Kritik atas kebijakan pemerintah muncul dalam sepekan terakhir ketika pemerintah memutuskan mengoperasikan kembali seluruh moda transportasi umum.

Baca juga: ICW Kritik KPK Lunak Terkait Penanganan Korupsi di Era New Normal

Meski menyatakan kebijakan ini hanya berlaku untuk masyarakat kategori tertentu, kenyataannya terjadi penumpukan calon penumpang di Bandara Soekarno-Hatta untuk berbagai daerah tujuan.

Muncul pula dugaan jual beli surat bebas Covid-19.

Hal ini memunculkan kekhawatiran di kalangan tenaga medis, termasuk Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Anggota Bidang Kesekretariatan, Protokoler, dan Publik Relation Pengurus Besar (PB) IDI, Dr Halik Malik mengatakan, ada kekhawatiran pemudik yang tetap nekat pulang akan membawa virus corona ke kampung halamannya.

PB IDI berharap, ada protokol kesehatan yang dijalankan, seperti karantina 14 hari bagi mereka yang datang dari luar kota dengan pengawasan pemerintah daerah.
“Karena kalau imbauan saja tidak efektif. Perlu restriksi, (yaitu) tidak ada yang bisa keluar atau stop transportasi massal ke lokasi mudik,” kata Halik.

PB IDI juga meminta agar pemerintah tidak melonggarkan PSBB sampai ada data pendukung yang tepat hingga indikator dan kriteria terpenuhi, baik itu indikator medis, epidemologis, dan sistem kesehatan.

Sementara itu, Guru Besar Psikologi Sosial UGM Prof. Faturochman menilai, munculnya ” Indonesia Terserah” merupakan bentuk protes para tenaga medis terhadap pemerintah dan masyarakat.

Menurut dia, para tenaga medis sejak awal berharap ada kebijakan yang tegas dari pemerintah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed