oleh

Viral Tagihan Listrik Rp 21 Juta, Ini Penjelasan PLN

Viral Tagihan Listrik Rp 21 Juta, Ini Penjelasan PLN.

SECRET-FINANCIAL.COM – Sebuah unggahan di media sosial Twitter ramai dibicarakan karena menunjukkan tagihan listrik senilai Rp 21 juta.  Dalam twit tersebut, diunggah sebuah surat penetapan tagihan susulan P2TL untuk pelanggan  di wilayah Gianyar, Bali Timur.

Warga Bali itu diminta segera membayar tagihan agar token isi ulang tetap bisa digunakan.

Manajer Unit Layanan Pelanggan PLN Kabupaten Gianyar membenarkan ada warga Bali yang harus membayar tagihan listrik mencapai Rp 21 juta. Dia mengatakan, warga Bali ini diberi penalti karena melakukan pergeseran dan merusak segel KWh meter.

Manajer Unit Layanan Pelanggan PLN Kabupaten Gianyar membenarkan ada warga Bali yang harus membayar tagihan listrik mencapai Rp 21 juta.
Baca juga: Kredit KPR Macet ? Ini Solusi Yang Harus Anda Pahami

Berdasarkan isi surat dalam twit tersebut, biaya yang dikenakan sebagai tagihan susulan terdiri atas biaya beban dan biaya pemakaian kWh sebesar Rp 21.205.800,- dan biaya lain-lain sebesar Rp 241.620,-

Adapun rincian dari nilai biaya pemakaian diperoleh dari 9 bulan x 720 jam x daya tersambung x 0,85 x harga per KWH tertinggi.  Jadi, biaya pemakaian atau tagihan susulan adalah 9 x 720 x 3,5 x 0,83 x Rp 1.100,- yaitu Rp 21.205.800,-.

“Untuk pelanggan tersebut melakukan pergeseran KWh meter tanpa izin PLN dan merusak segel KWh meter yang mengakibatkan KWh meter PLN rusak dan tidak berfungsi sebagai mana mestinya. Sesuai dengan aturan PLN kejadian diatas masuk dalam pelanggaran tipe 2 (P2) dan ada tagihan susulan atas pelanggaran tersebut,” kata Billy.

Setelah sang pemilik tagihan listrik itu menggungah cuitan tersebut, pihak PLN langsung menanggapi cuitan pria asal Bali tersebut.

“Hai kak, berdasarkan data kami untuk nomor id 551200518542 memilki tagihan susulan P2TL sebesar Rp 21.447.420,-ya, mohon kesediaanya melakukan pembayaran dengan nomor register tersebut,” tulis PT PLN dalam akun Twitter resmi @pln_123.

General Manager PLN UID Bali, Nyoman Suwarjoni Astawa membenarkan adanya tagihan tersebut.

“Sesuai hasil temuan kami di lapangan, terjadi pelanggaran oleh pelanggan tersebut,” kata Astawa.

Pelanggaran ini dilakukan oleh seorang pelanggan PLN yang tinggal di kawasan Banjar Abian Seka, Kabupaten Gianyar, Bali.

Berdasarkan hasil temuan, pemilik tidak sengaja melakukan pemindahan kWh meter hingga merusaknya saat tengah merenovasi toko mebel miliknya.

Astawa mengatakan bahwa pihaknya telah mengedukasi para pelanggan agar melapor kepada PLN apabila akan memindahkan KWH meter.

“Kami sudah dan terus edukasi ke pelanggan agar kalau mau memindahkan KWH meter di rumah untuk melapor ke PLN. Bukan menyuruh tukang bangunan, apalagi sampai merusak segel KWH meter,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa aturan terkait larangan ini juga telah tercantum dalam surat perjanjian jual beli dengan pelanggan. 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed